RADAR BOGOR - Warga Lampung sempat dibuat geger oleh kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit pada malam hari.
Fenomena tersebut viral di media sosial setelah sejumlah video memperlihatkan objek terang memanjang yang kemudian pecah menjadi beberapa bagian saat meluncur di udara.
Peristiwa ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga memicu berbagai spekulasi.
Baca Juga: 3 Ciri Program KPM yang Berpeluang Cair Bansos PKH-BPNT Tahap 2, Desil 3 dan 4 Masih Aman?
Banyak yang mengira benda tersebut adalah fenomena alam langka hingga benda asing tak dikenal.
Namun, penjelasan ilmiah akhirnya mengungkap fakta sebenarnya.
Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menjelaskan, objek bercahaya tersebut merupakan sampah antariksa.
Baca Juga: Isu Pencoretan Penerima Bansos Menguat, Ini Nasib Desil 3 dan 4 pada Penyaluran PKH dan BPNT 2026
Ia menyebutkan, benda itu adalah sisa roket milik China, tepatnya jenis CZ-3B, yang kembali memasuki atmosfer Bumi.
"Itu merupakan sampah antariksa," jelas Thomas.
Dalam keterangannya, Thomas mengungkapkan, objek tersebut melintas di wilayah Lampung hingga Banten dan terlihat pecah menjadi beberapa bagian.
Fenomena itu terjadi karena material roket mengalami gesekan hebat saat memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.
Berdasarkan data pelacakan orbit dari Space-Track dan hasil analisis, sisa roket tersebut diketahui bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia, tepatnya di wilayah barat Sumatera.
Saat melintas, ketinggian objek terus menurun hingga berada di bawah 120 kilometer dari permukaan Bumi.
Baca Juga: Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono Tinjau PTDI-STTD Bekasi sebagai Calon Lokasi Sekolah Rakyat
Kondisi tersebut membuat benda tersebut terbakar akibat suhu tinggi, lalu hancur menjadi serpihan yang tampak seperti cahaya berpencar di langit.
Inilah yang kemudian disaksikan warga sebagai fenomena langit yang tidak biasa.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas luar angkasa juga memiliki dampak hingga ke Bumi, salah satunya berupa sampah antariksa yang jatuh kembali ke atmosfer.
Baca Juga: Kementerian Sosial Perluas Kerja Sama dengan PT Pos Indonesia, Dorong Pemberdayaan Penerima Bansos
Meski terlihat menakjubkan, fenomena ini umumnya tidak berbahaya karena sebagian besar material akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan.
Fenomena langit seperti ini memang jarang terjadi, sehingga wajar jika memicu kehebohan.
Baca Juga: 12 Desa di Kecamatan Cileungsi Bogor Bangun Koperasi Desa Merah Putih, 3 Desa Rampung
Namun dengan penjelasan ilmiah, masyarakat kini bisa memahami bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari dinamika aktivitas luar angkasa yang terus berlangsung. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim