Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Rekrutmen CPNS 2026 Pemerintah Terapkan Skema Zero Growth, Prioritaskan Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Maulidia • Selasa, 7 April 2026 | 06:50 WIB
Ilustrasi rekrutmen ASN 2026
Ilustrasi rekrutmen ASN 2026

 


RADAR BOGOR - Pemerintah mulai merumuskan strategi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2026.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mengungkapkan kebijakan pengadaan CPNS dan PPPK ke depan akan lebih selektif dan berbasis kebutuhan prioritas nasional.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rekrutmen ASN 2026 tidak lagi berfokus pada penambahan jumlah pegawai secara besar-besaran.

Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Status Desil Jadi Kunci Utama Menentukan Kelayakan Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahun 2026

Pemerintah akan menerapkan prinsip zero growth, yakni jumlah ASN baru disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya.

Diperkirakan sekitar 100 ribu hingga 166 ribu ASN pensiun setiap tahun, sementara total ASN saat ini mencapai sekitar 4,5 juta orang.

Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan efisiensi birokrasi.

Baca Juga: Langit Lampung Heboh, Benda Bercahaya Terpecah di Udara, Ternyata Ini Penyebab Sebenarnya

Fokus pada Sektor Prioritas 

Dalam kebijakan terbaru ini, pemerintah menitikberatkan rekrutmen pada sektor-sektor krusial, yakni sebagai berikut :

1. Sektor Kesehatan 

Masih terdapat ribuan fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas, yang belum memiliki tenaga medis memadai.

Baca Juga: Isu Pencoretan Penerima Bansos Menguat, Ini Nasib Desil 3 dan 4 pada Penyaluran PKH dan BPNT 2026

Kekurangan dokter, termasuk dokter gigi, menjadi perhatian utama, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

2. Sektor Pendidikan 

Kebutuhan tenaga guru di berbagai daerah juga masih tinggi. Pemerintah akan memprioritaskan pengisian formasi guru untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya di daerah yang masih kekurangan tenaga pengajar.

Baca Juga: Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono Tinjau PTDI-STTD Bekasi sebagai Calon Lokasi Sekolah Rakyat

Dukung Program Strategis Nasional

Selain sektor utama, rekrutmen CPNS 2026 juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti:

- Pengembangan koperasi melalui program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang ditargetkan mencapai puluhan ribu unit
- Pembangunan dan penguatan kawasan kampung nelayan, dengan target ribuan lokasi yang membutuhkan tenaga ahli di bidang kelautan dan perikanan.

Baca Juga: 12 Desa di Kecamatan Cileungsi Bogor Bangun Koperasi Desa Merah Putih, 3 Desa Rampung

Pemerintah juga tengah melakukan transformasi birokrasi dengan mengurangi jabatan struktural dan menggantinya dengan jabatan fungsional berbasis kompetensi.

Digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi kerja, sehingga kebutuhan ASN dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Peran Pelatihan ASN 

Dalam hal pengembangan SDM, fasilitas pendidikan dan pelatihan milik Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akan dimanfaatkan untuk membekali calon ASN dengan keterampilan yang dibutuhkan sebelum terjun ke lapangan.

Baca Juga: Kembali Buka Lapak di Trotoar, Pemcam Cisarua dan Satpol PP Tertibkan PKL di Kawasan Puncak Bogor

Meski menerapkan skema zero growth, peluang bagi masyarakat untuk menjadi ASN tetap terbuka.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian PAN-RB masih melakukan proses verifikasi dan validasi kebutuhan formasi dari seluruh instansi pusat dan daerah.***

Editor : Maulidia
#rekrutmen ASN 2026 #asn #CPNS 2026