RADAR BOGOR – Keberadaan puluhan ribu motor operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang viral di media sosial memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat termasuk di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data yang beredar, realisasi pengadaan motor listrik untuk program tersebut tercatat sebanyak 21.801 unit dari total 25.000 unit yang dipesan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada tahun 2025.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Abdul Wahid Nara, meminta agar pengadaan motor operasional MBG tersebut dievaluasi secara menyeluruh.
Baca Juga: IGI Kota Bogor Pertanyakan Penggunaan Motor Listrik untuk Operasional MBG
“Banyak cara di era digitalisasi ini untuk mengontrol kelancaran dan efektivitas MBG, tidak mesti menganggarkan sepeda motor dalam jumlah yang cukup banyak dengan menggunakan anggaran besar,” ujar Abdul Wahid kepada Radar Bogor, Selasa, 7 April 2026.
Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk pengadaan motor tersebut seharusnya dapat dialihkan ke sektor pendidikan, khususnya untuk peningkatan kompetensi guru dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Masih banyak guru yang belum mendapat gaji yang layak, terutama guru honorer. Bahkan, di beberapa daerah, guru ASN PPPK gak sanggup dibayarkan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Baca Juga: Tanah Dasar Jalan di Gunung Sindur Kabupaten Bogor Amblas, Minta Segera Ditangani
Ia menegaskan, jika memang dibutuhkan, pengadaan tersebut seharusnya hanya untuk daerah terpencil yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat dalam proses pendistribusian, bukan dilakukan secara keseluruhan karena berpotensi menjadi proyek mubazir.
“Katanya efisiensi anggaran, tetapi malah melakukan pemborosan. Untuk itu, saya meminta untuk mengevaluasi dan membatakan pengadaan motor tersebut,” tutupnya.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati