Peningkatan genangan air membuat nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD lebih mudah berkembang biak, sehingga risiko penularan ikut meningkat.
Penyakit DBD ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menyebabkan komplikasi serius hingga perdarahan jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca Juga: 2 Warga Jadi Korban, Sarang Tawon Vespa Raksasa di Rumpin Bogor Akhirnya Dievakuasi Damkar
Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat.
Berdasarkan informasi dari Website Halodoc yang telah ditinjau oleh tenaga medis, DBD dapat dicegah dengan langkah sederhana namun harus dilakukan secara konsisten.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Terapkan 3M Plus Secara Rutin
Baca Juga: PSEL di Bogor - Depok dan Bandung Raya Dipercepat, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik dalam 3 Tahun
Langkah utama pencegahan DBD adalah metode 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air. Cara ini efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk.
Selain itu, Plus berarti menambahkan upaya lain seperti menabur larvasida atau menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
2. Gunakan Pelindung Anti Nyamuk untuk Kurangi Risiko Gigitan
Bisa dilakukan dengan memakai losion anti nyamuk, kelambu, atau pakaian tertutup saat beraktivitas.
Ini penting karena DBD tidak menular antar manusia, melainkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue.
3. Jaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan yang kotor dan banyak genangan air menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak.
Membersihkan selokan, menutup tempat sampah, hingga memperbaiki saluran air bisa membantu mencegah DBD.
4. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Selain faktor lingkungan, kondisi tubuh juga berpengaruh. Menjaga imun dengan makan bergizi, olahraga, dan istirahat cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi.
5. Gunakan Perlindungan Tambahan
Langkah tambahan seperti penggunaan obat nyamuk, memasang kawat kasa, hingga vaksinasi juga bisa menjadi perlindungan ekstra dari DBD.
Kenali Ciri Nyamuk DBD agar Lebih Waspada
Selain melakukan pencegahan, masyarakat juga perlu mengenali ciri-ciri nyamuk penyebab DBD, yaitu Aedes aegypti.
Berikut perbedaannya dengan nyamuk biasa:
- Warna tubuh hitam dengan belang putih : Nyamuk DBD memiliki ciri khas garis putih di kaki dan tubuhnya.
- Aktif menggigit pada pagi hingga sore hari : Berbeda dengan nyamuk biasa yang lebih sering menggigit pada malam hari.
- Berkembang biak di air bersih yang tergenang : Seperti di bak mandi, ember, atau wadah air terbuka di rumah.
- Sering berada di dalam rumah atau sekitar pemukiman : Nyamuk ini cenderung hidup dekat manusia.
Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko DBD. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin