Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lebaran Golok 2026 di Setu Babakan Sukses, Ada Ratusan Pendekar Berkumpul

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 13 April 2026 | 14:29 WIB
KOMPAK: Lebaran Golok di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu 12 April 2026.
KOMPAK: Lebaran Golok di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu 12 April 2026.

RADAR BOGOR - Dentuman petasan yang memecah langit sore di Setu Babakan, menjadi penanda dimulainya perhelatan budaya yang tak biasa yakni Lebaran Golok 2026. 

Untuk pertama kalinya, acara yang digelar Minggu 12 April 2026 oleh Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) ini langsung menyedot perhatian ratusan peserta dari Jawa Barat, Banten, hingga DKI Jakarta.

Berbalut pakaian tradisional seperti pangsi, busana pendekar, hingga ragam kostum adat lainnya, para peserta memadati kawasan Kampung Budaya Betawi. 

Baca Juga: Omzet Rp60 Juta per Bulan, Pabrik Kosmetik Ilegal di Bogor Dibongkar Polisi

Suasana kental dengan nuansa tradisi, sekaligus menjadi ajang silaturahmi lintas perguruan silat dan pecinta budaya Nusantara.

Acara ini tak sekadar seremoni. 

Beragam kegiatan sarat nilai historis ditampilkan, mulai dari pertunjukan silat golok, pameran koleksi golok, hingga diskusi budaya atau sarasehan yang mengupas filosofi senjata tradisional khas Betawi tersebut.

Baca Juga: Info Bansos Terkini, Dampak Percepatan Data Peluang Percepatan Tahap 2 hingga Bantuan yang Masih Cair Minggu Ini

Penggagas acara sekaligus Pembina GPSN, Gatut Susanta, mengungkapkan alasan di balik penamaan “Lebaran Golok” yang terdengar unik. 

Menurutnya, istilah ini sengaja dipilih untuk menghadirkan daya tarik baru.

“Kalau hanya disebut sarasehan atau seminar, mungkin sudah biasa. Kami ingin menghadirkan istilah baru yang memancing rasa penasaran, dan terbukti antusiasme peserta sangat tinggi,” ujarnya di sela acara.

Baca Juga: Touring BikersMu Bogor ke Cilegon: Dari Safety Riding hingga Aksi Sosial, Ini Cerita Lengkapnya

Tak hanya itu, panggung Lebaran Golok juga diramaikan dengan pertunjukan seni kreasi silat dari berbagai perguruan. 

Atraksi “kondangan jurus” menampilkan keindahan gerakan, ketangkasan memainkan golok, hingga nilai filosofi bela diri tradisional yang penuh makna.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari misi besar GPSN dalam mengangkat golok sebagai warisan budaya dunia melalui program “Golok Road to UNESCO”. 

Baca Juga: Penyaluran Bansos Tahap 2, Pemerintah Tarik Data KPM Lebih Awal, Simak Batas Akhir Pencairan Susulan Tahap 1

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi golok sebagai warisan budaya tak benda Indonesia di tingkat internasional.

Dukungan penuh juga datang dari Penasehat GPSN sekaligus Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. 

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah pelestarian budaya yang dilakukan GPSN.

Baca Juga: Film Dilan ITB 1997 Angkat Kisah Cinta dan Konflik Politik di Tengah Gejolak Reformasi, Siap Mengudara 30 April 2026

“Golok bukan sekadar benda pusaka, tetapi simbol kehormatan, jati diri, dan kearifan lokal masyarakat Sunda, Banten, dan Betawi. 

Pemerintah Kota Bogor akan terus mengawal program Golok Road to UNESCO,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya Gen Z, agar warisan budaya ini tidak terputus oleh zaman.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Nunggak? Warga Bogor Gak Perlu Pusing, Bisa Dicicil Kok Pakai REHAB

Sementara itu, Kepala UPK Setu Babakan, Deby, menyampaikan rasa bangganya karena kawasan budaya Betawi tersebut dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami merasa terhormat Setu Babakan menjadi ruang silaturahmi dan pentas budaya seperti Lebaran Golok ini. Terima kasih atas dukungan masyarakat,” ucapnya.

Menutup rangkaian acara, Ketua GPSN sekaligus Ketua Panitia, Teguh Cahyadi, mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk menjaga kekompakan serta memperkuat peran komunitas dalam pelestarian budaya.

Baca Juga: Pencairan Bansos Tahap 1 2026 Masih Berlangsung, Begini Status Penyaluran Bantuan Triwulan Kedua di SIKS NG per 12 April 2026

Ia juga menyoroti pentingnya mengubah stigma negatif terhadap golok.

“Golok bukan alat kekerasan. Di masa lalu, ini adalah pusaka para pejuang dalam melawan penjajahan. Nilai sejarah ini yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Lebaran Golok GPSN 2026 tak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga momentum halal bihalal yang mempererat persaudaraan antar pendekar dan komunitas. 

Baca Juga: Kota Depok Memasuki Pancaroba, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang

Acara ini juga ditandai dengan peluncuran buku bertajuk Merawat Golok Sepuh secara Fisik dan Spiritual, sebagai bentuk edukasi bagi generasi penerus.

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian, Lebaran Golok di Setu Babakan menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa hidup, berkembang, dan bahkan menembus panggung dunia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#pendekar #GPSN #gatut susanta #golok