Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Empat Bulan Pasca Bencana Aceh dan Sumatera, Mayoritas Publik Nilai 79,6 Penanganan Lebih Baik

Muhammad Ali • Selasa, 14 April 2026 | 18:46 WIB
Ilustrasi: Kondisi Dusun Alur Rinceong, Desa Pantee Rambong, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur pasca bencana. (Hendi Novian/Radar Bogor)
Ilustrasi: Kondisi Dusun Alur Rinceong, Desa Pantee Rambong, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur pasca bencana. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Empat bulan pasca bencana besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025, mayoritas masyarakat menilai penanganan bencana oleh pemerintah mengalami perbaikan.

Hal ini berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Cyrus Network pada 1–5 April 2026. Dalam survei tersebut, sebanyak 79,6 persen responden menyatakan penanganan bencana saat ini sudah lebih baik dibandingkan masa awal kejadian.

Tak hanya itu, tingkat kepuasan publik terhadap penanganan bencana juga tergolong tinggi. Sebanyak 73,8 persen responden mengaku puas terhadap upaya yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, mayoritas publik tetap memberikan catatan penting agar penanganan ke depan terus ditingkatkan.

Baca Juga: Bansos Bakal Ditambah Lagi? Simak Skema Stimulus Baru dan Perubahan Aturan Verifikasi yang Lebih Ketat

Peneliti Utama Cyrus Network, Syahril Ilhami, menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat mengetahui adanya bencana tersebut. Sebanyak 83,7 persen responden mengaku mengetahui peristiwa bencana di Sumatera, sementara 16,3 persen lainnya tidak mengetahuinya.

Dari sisi dampak, 7,3 persen responden mengaku mereka atau anggota keluarganya terdampak langsung oleh bencana. Sementara 15,5 persen lainnya merasakan dampak tidak langsung, seperti terganggunya aktivitas ekonomi, distribusi transportasi, logistik, hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Dampak tidak langsung itu seperti gangguan ekonomi, distribusi transportasi, logistik dan harga," ujar Ilham kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga: Polres Bogor Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan oleh Oknum ASN Pemkab

Meski penanganan dinilai membaik, sebanyak 95,6 persen responden menilai bahwa upaya penanganan bencana masih perlu ditingkatkan ke depan. Hal ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam merespons bencana.

Ilham mengungkapkan, jadi ini bisa dianggap evaluasi, yang mana masyarakat merasa puas tapi dengan catatan. Catatannya adalah ini ke depan perlu ditingkatkan.Peningkatan tersebut bisa terlihat dari indikator persetujuan terhadap penanganan bencana.

Baca Juga: Gudang Sparepart dan Pengecatan Body Motor di Tajurhalang Bogor Kebakaran, Satu Orang Luka-Luka

Dalam hal kinerja lembaga, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperoleh tingkat apresiasi tertinggi dari masyarakat sebesar 94,4 persen. Disusul Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar 85,8 persen, pemerintah daerah 85,4 persen, PLN 83,1 persen, Pertamina 81,4 persen, Kementerian Komunikasi dan Digital 81,0 persen, Kementerian Pekerjaan Umum 80,4 persen, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar 79,9 persen.

“Aspek kecukupan bantuan dalam mencukupi kebutuhan korban bencana masih menjadi perhatian masyarakat, diikuti dengan koordinasi antar instansi dan respon cepat pemerintah. Ini bisa menjadi masukan untuk penanganan bencana ke depan.” jelasnya.

Ia menambahkan, survei ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia. Responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,82 persen. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#sumanto #bencana #aceh