Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program MBG Dapat Rapot Hijau, Hasil Survei Cyrus Network: 65 Persen Masyarakat Puas

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 14 April 2026 | 18:54 WIB
Hasil survei Cyrus Network terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok. Cyrus Network) 
Hasil survei Cyrus Network terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok. Cyrus Network) 

 

RADAR BOGOR - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberi respons positif. Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia dinilai puas terhadap program Presiden Prbowo Subianto itu.

Fakta ini mengemuka dari hasi survei yang dirilis oleh Cyrus Network pada Selasa, 14 April 2026, ada sebanyak 1.260 responden yang dilibatkan.

Mereka tersebar di 126 desa atau kelurahan di 38 provinsidi Indonesia. Survei dilaksanakan pada periode 1 hingga April 2026 lalu. 

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan metoderandom sampling.

Baca Juga: Empat Bulan Pasca Bencana Aceh dan Sumatera, Mayoritas Publik Nilai 79,6 Penanganan Lebih Baik

“Hasilnya 65,4 persen masyarakat mendukung MBG, 2 dari 3 rakyat Indonesia masih memberikan harapan program ini,” ungkap Peneliti Cyrus Network, Syahril Ilhami. 

Ilhami juga menjelaskan, terdapat 3 alasan utama daridukungan publik terhadap MBG. Pertama program ini dinilai yaitu MBG membantu pemenuhan gizi masyarakat. 

Persentase masyarakat yang memberikan respon tersebut sebanyak 31,5 persen, kemudian mengurangi beban ekonomi keluarga sebanyak 28,4 persen serta mendukung kesehatananak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan jumlah 23 persen.

Baca Juga: Bansos Bakal Ditambah Lagi? Simak Skema Stimulus Baru dan Perubahan Aturan Verifikasi yang Lebih Ketat

“Artinya 3 alasan dukungan ini menjadi manfaat MBG yang sudah nyata dirasakan oleh masyarakat. Ada alasan lain, seperti mendorong pemerataan kesejahteraan 
6,8 persen memiliki dampak jangka panjang bagi generasi muda 4,3 persen serta mendukung UMKM dan petani lokal 4,1 persen semuanya masih dalam persentase yang kecil.” jelasnya.

Sedangkan bentuk perbaikan implementasi dari keberlanjutanMBG, lanjut Ilhami, dapat terbaca dari alasan publik yang saat ini tidak mendukung program tersebut. 

Alasan tersebutdiantaranya pelaksanaan MBG yang dinilai  kurang baik 30,1 persen, kualitas makanan yang diragukan 22,3 persen,  tidak tepat sasaran 11,7 persen.

Ini bisa menjadi saran masukankedepan untuk Badan Gizi Nasional sebagai penyelenggaraMBG.” tutur Ilhami dalam rilis surveinya. 

Survei juga menemukan bahwaMakan Bergizi Gratis sudah dirasakan manfaatnya secara luasdan menjadi menjadi pengetahuan umum di tengahmasyarakat.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT 2026 Cair Lebih Cepat dari Biasanya, Ini Prediksi Jadwal, Mekanisme Penyaluran, dan Update Data Penerima

“Tingkat pengetahuan dari MBG sudah mencapai98,6 persen. Dimana 61,6 persen publik mengaku keluarganya menjadipenerima manfaat langsung MBG, dan 11, persen mengaku menjadi penerima manfaat tidak langsung. Seperti bekerjadi dapur, dan ikut sebagai pemasok bahan pangan. Ini jumlahyang sangat besar, artinya program ini sudah secara masif adadan dirasakan oleh masyarakat.” jelas Ilhami. 

Cyrus Network juga memotret perubahan dukungan untukprogram Makan Bergizi Gratis.  Dari total responden yang mendukung program MBG 65,4 persen sebanyak 51,2 persen menyatakan telah mendukung sejak awal.

Sementara 17,2 persen mengaku tingkat dukungannya meningkat sejak program inidiluncurkan. Di sisi lain, terdapat 30,9% responden yang menyatakan dukungannya menurun.

Hasil survei ini mendapat respon dari Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes.

Arya berpandangan MBG berpotensi jadi pemicu polarisasi di tengah masyatakat. Kondisi ini bisa sangat mudah terjadi jika tidak ada perbaikan dalam tata kelola.

MBG menjadi isu krusial yang berpotensi menimbulkan keterbelahan opini publik di masa mendatang. Ia melihat adanya potensi perbedaan sikap yang semakin tajam di tengah masyarakat dalam merespons program tersebut.

"Ini justru titik krusialnya menurut saya. Titik krusialnya bahwa saya melihat ada potensi di masa depan akan terjadi polarisasi, ya, atau keterbelahan orang dalam merespons MBG ini," ujarnya.

Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan, sebanyak 45,6 persen responden menyatakan program MBG sebaiknya tetap dilanjutkan, namun dengan sejumlah perbaikan. Hal ini menunjukkan adanya dukungan yang bersyarat dari masyarakat.

"45,6% responden mengatakan MBG silakan dilanjutkan, tetapi dengan perbaikan. Jadi, orang boleh lanjut tapi harus dirubah," jelasnya.

Di sisi lain, terdapat 34,5 persen responden yang menginginkan program tersebut dihentikan dan anggarannya dialihkan ke sektor lain, seperti pembangunan, beasiswa, hingga sektor pendidikan.

"34,5% dihentikan, kemudian anggarannya di-switch ke pembangunan infrastruktur... 34,5% mengatakan dihentikan dan anggarannya di-switch untuk program pembangunan, beasiswa, guru, dan segala macam," katanya.

Arya menilai, besarnya angka kritik tersebut menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang cukup signifikan dalam mengawasi jalannya program MBG. Bahkan, ia menyebut jumlah tersebut lebih dari sepertiga populasi yang bersikap kritis.

"Artinya, itu sekitar sepertiga dari populasi kita, lebih dari sepertiga populasi kita itu kritis terhadap MBG gitu," ucapnya.

Ia menegaskan, perbaikan tata kelola menjadi kunci untuk meredam potensi polarisasi tersebut. Tanpa pembenahan, perbedaan pandangan antara pendukung dan pengkritik program akan semakin tajam.

"Kalau tidak ada perbaikan terutama terkait tata kelola, ya, tata kelola MBG ini, orang akan terbelah-belah antara pendukung utama MBG dan pengkritik MBG," tegasnya.

Meski demikian, Arya mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan, termasuk melalui pemantauan langsung ke daerah serta memastikan standar operasional prosedur berjalan sesuai ketentuan.

"Saya kira BGN sudah melakukan beberapa terobosan juga ya dengan melakukan pemantauan langsung ke daerah dan memastikan bahwa SOP-SOP-nya itu sesuai dengan standarisasi yang telah dilakukan," pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#Cyrus Network #survei #Mbg