RADAR BOGOR - Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengambil langkah mitigasi dengan mengubah rute perjalanan jemaah demi menjamin keselamatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat, Kamaluddin, menyampaikan perubahan rute merupakan strategi antisipatif terhadap potensi risiko akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Menurutnya, dinamika penyelenggaraan haji memang selalu terjadi setiap tahun, namun situasi tahun ini dinilai lebih kompleks karena dipengaruhi kondisi geopolitik yang belum stabil.
Perubahan rute perjalanan ini berdampak pada bertambahnya durasi penerbangan serta meningkatnya biaya operasional. Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh tambahan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah.
Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,7 triliun untuk mengantisipasi perubahan tersebut.
Baca Juga: Polisi Ringkus 5 Pria Diduga Edarkan Obat Keras Ilegal di Sukamakmur Bogor
Dana ini digunakan untuk memastikan seluruh proses perjalanan ibadah haji tetap berjalan lancar dan aman.
Pemerintah berharap kondisi di Timur Tengah dapat segera membaik, jadi pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berlangsung tanpa hambatan.
Jemaah pun diimbau tetap tenang karena seluruh langkah mitigasi telah disiapkan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.***
Editor : Maulidia