RADAR BOGOR – Optimisme petani Indonesia menguat untuk mempertahankan sekaligus mengulang capaian swasembada beras nasional yang telah menembus angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 4,72 juta ton.
Keberhasilan swasembada beras ini diyakini bisa terus berlanjut dengan dukungan pemerintah yang semakin terasa di lapangan.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor, menegaskan kesiapan petani untuk menjaga momentum positif tersebut secara berkelanjutan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian.
Baca Juga: Peron 6 Sampai 8 Stasiun Bogor Ditutup, Penumpang Pilih Datang Lebih Awal
“Kami optimistis mampu mempertahankan bahkan mengulang capaian swasembada beras. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi sudah menjadi tekad bersama petani di seluruh Indonesia,” ujar Yadi pada Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi beras tidak terlepas dari peran aktif pemerintah yang menghadirkan berbagai program konkret bagi petani.
Mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pembangunan infrastruktur pertanian yang kini dirasakan langsung manfaatnya.
Menurut Yadi, tantangan ke depan tetap ada, terutama ancaman musim kering panjang akibat fenomena El Nino. Meski demikian, para petani tetap yakin mampu menjaga produktivitas.
“Dengan adanya bantuan seperti pompa air dan sistem irigasi perpompaan, petani tetap bisa menggarap lahan meski kondisi cuaca kurang mendukung,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan petani sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dukungan yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor kunci untuk memastikan swasembada beras tetap terjaga bahkan meningkat.
“Antusiasme petani saat ini menunjukkan bahwa swasembada beras bukan sekadar target, tetapi sesuatu yang nyata dan bisa terus dipertahankan bersama,” tutupnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin