RADAR BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Bandung memperkirakan musim kemarau di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026 akan berlangsung lebih awal, lebih panjang, serta lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Sejumlah wilayah bahkan telah lebih dulu memasuki musim kemarau, di antaranya Karawang, wilayah tengah Subang, serta sebagian Indramayu.
Sementara itu, sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mulai mengalami musim kemarau pada Mei 2026, sedangkan Kota Bandung diperkirakan menyusul pada Juni mendatang.
Baca Juga: Selain PKH-BPNT, Pemerintah Genjot Penyaluran Bansos Pangan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
BMKG juga mengungkapkan, sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal.
Tercatat sekitar 93 persen wilayah diperkirakan mengalami kondisi yang lebih kering dari rata-rata klimatologis.
Adapun puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Meski demikian, terdapat variasi waktu di sejumlah wilayah, di mana sebagian daerah diprediksi mencapai puncak kemarau lebih awal pada Juli, serta sebagian lainnya pada September 2026.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, salah satunya fenomena El Nino yang berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia.
“Musim kemarau sebagian besar mengalami awal lebih awal. Kemudian juga memang durasinya lebih panjang dibandingkan dengan klimatologisnya. Hal ini disebabkan oleh adanya dinamika atmosfer berupa El Nino,” ujar Yuni Yulianti selaku Staf Data & Informasi BMKG Bandung, pada Jumat, 17 April 2026.
Selain itu, durasi musim kemarau di Jawa Barat umumnya berlangsung selama 4 hingga 5 bulan atau sekitar 13 hingga 15 dasarian.
Namun, beberapa wilayah, terutama di bagian utara Jawa Barat, berpotensi mengalami kemarau dengan durasi yang lebih panjang.
Menghadapi kondisi musim kemarau panjang, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam pengelolaan serta penghematan air guna mengantisipasi dampak kekeringan.
Berikut ini langkah kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak kemarau panjang, yakni:
- Hemat air bersih dari rumah
- Siapkan cadangan air kalau ada hambatan dari distribusi
- Tidak membakar sampah atau lahan
- Jaga tanaman dan ruang hijau agar tetap hidup
- Waspada ada titik api di sekitar lingkungan.***