Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Angkutan Haji 2026 Dimulai 22 April, Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta Jadi Pusat Layanan Jemaah

Yosep Awaludin • Selasa, 21 April 2026 | 10:20 WIB
Kemenhub turun langsung ke Bandara Soekarno hatta untuk melihat kesiapan operasional Angkutan Haji 2026. (Foto: Instagram @kemenhub151)
Kemenhub turun langsung ke Bandara Soekarno hatta untuk melihat kesiapan operasional Angkutan Haji 2026. (Foto: Instagram @kemenhub151)

RADAR BOGOR - Menjelang dimulainya operasional Angkutan Haji 2026, pemerintah mulai mematangkan berbagai persiapan, terutama di sektor transportasi udara.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kesiapan Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta yang kini difungsikan sebagai terminal khusus operasional Angkutan Haji 2026 dan umrah.

Berdasakan informasi melalui Website @dephub.go.id, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu 19 April 2026.

Baca Juga: Akhirnya Bansos PKH Tahap 2 di SIKS-NG Sudah Tampilkan Periode Salur April Mei Juni 2026, Sementara PIP Termin 1 Cair dan BPNT Masih Dalam Pemantauan

Kunjungan itu untuk memastikan seluruh fasilitas dan sistem pelayanan telah siap digunakan. 

Pemerintah menargetkan seluruh aspek operasional berada dalam kondisi optimal sebelum keberangkatan kloter pertama yang dijadwalkan mulai 22 April 2026.

Pada penyelenggaraan haji tahun ini, jumlah jemaah asal Indonesia mencapai 221.000 orang.

Baca Juga: Sering Bersin dan Gatal Tanpa Sebab? Dokter IPB Ungkap Tanda Alergi yang Sering Diabaikan

Mereka akan diberangkatkan secara bertahap hingga Mei 2026 melalui 14 embarkasi yang tersebar di berbagai wilayah.

Proses keberangkatan tersebut dibagi ke dalam 525 kelompok terbang (kloter), sehingga membutuhkan pengelolaan yang matang dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy menekankan bahwa Terminal 2F disiapkan secara khusus agar seluruh proses pelayanan jemaah dapat berlangsung lebih terintegrasi.

Baca Juga: BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan, Salurkan Pembiayaan Hijau dan Sosial Ratusan Triliun

Dengan konsep pelayanan yang terpusat, diharapkan alur keberangkatan menjadi lebih efektif, mulai dari kedatangan di bandara, proses pemeriksaan, hingga keberangkatan ke pesawat.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya memastikan seluruh sistem operasional berjalan dengan baik sebelum fase pemberangkatan dimulai.

Ia turut menjelaskan bahwa penyelenggaraan angkutan haji bukanlah operasi biasa, melainkan kegiatan berskala nasional yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dengan jumlah jemaah yang besar dan mobilisasi yang tersebar di banyak titik, aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta kenyamanan menjadi prioritas utama yang harus dijaga secara konsisten.

Baca Juga: A New Chapter Begins : Kopikina Taman Heulang Presents Cupping and Bar Takeover and Homegrown Club Featuring Swellow 

Untuk mendukung kelancaran penerbangan haji, Kementerian Perhubungan telah memastikan kesiapan operasional maskapai yang akan digunakan.

Dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, ditunjuk untuk melayani penerbangan jemaah dengan dukungan puluhan armada pesawat. 

Ratusan kloter penerbangan akan dioperasikan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Pencairan Bansos Minggu Ketiga April 2026, PIP Cair untuk SD SMP SMA, Namun PKH BPNT Tahap 2 Masih Menunggu

Selain itu, berbagai langkah mitigasi juga telah disiapkan guna mengantisipasi potensi kendala di lapangan. 

Pemerintah memperkuat pengawasan keselamatan melalui pelaksanaan ramp check terhadap pesawat, memastikan kesiapan 14 bandara embarkasi, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak internasional.

Langkah ini penting untuk mengantisipasi gangguan eksternal yang dapat memengaruhi jadwal maupun kelancaran penerbangan.

Baca Juga: 21 April 2026: Sejarah Hari Kartini dan 20 Ucapan Inspiratif yang Cocok Jadi Status Medsos

Dudy menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan angkutan haji.

Pemerintah memastikan setiap pesawat yang digunakan memenuhi standar kelaikudaraan, sementara maskapai juga diwajibkan menjaga kesiapan operasional secara menyeluruh.

 sisi lain, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah dapat berlangsung aman, tertib, dan tepat waktu.

Tak hanya fokus pada aspek teknis, pemerintah juga berupaya meningkatkan kenyamanan jemaah selama berada di bandara.

Baca Juga: PKBM Citra Madani Dorong Akses Pendidikan Warga Kabupaten Bogor, Bawa Harapan Bagi Masyarakat ke Dunia Kerja

Dengan adanya Terminal 2F yang didedikasikan khusus, diharapkan jemaah dapat merasakan pengalaman perjalanan yang lebih tertata.

Mulai dari proses keberangkatan yang lebih sederhana hingga fasilitas yang lebih memadai.

Dengan seluruh persiapan yang terus dimatangkan, pemerintah optimistis penyelenggaraan Angkutan Haji 2026 dapat berjalan lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya. (Dian/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#Angkutan Haji #bandara soekarna hatta #transportasi