Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menkes Dorong Uji Klinis di Indonesia, Obat TB Baru Diklaim Lebih Singkat dan Efektif

Rani Puspitasari Sinaga • Selasa, 21 April 2026 | 13:12 WIB

 

Ilustrasi TB. Foto: Laman Klinik BPJS Bogor
Ilustrasi TB. Foto: Laman Klinik BPJS Bogor

RADAR BOGOR - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kabar positif terkait pengembangan obat TB (Terapi tuberkulosis) yang tengah uji klinis. 

Menkes menyebut, obat TB tersebut dikembangkan dengan durasi pengobatan yang jauh lebih singkat, bahkan hanya sekitar satu bulan, dan kini masih berada pada tahap uji klinis fase dua.

Jika Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan persetujuan untuk melanjutkan ke fase tiga, obat TB ini berpotensi digunakan secara lebih luas, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Hadirkan Layanan Prostodonti, Solusi Gigi Hilang hingga Implan untuk Senyum Lebih Percaya Diri

Menkes juga melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi lokasi uji klinis fase tiga, sehingga efektivitas obat dapat diuji langsung pada pasien di dalam negeri.

Selain itu, Indonesia juga berpotensi memproduksi obat tersebut secara mandiri tanpa harus bergantung pada impor.

“Kita menawarkan diri agar uji klinis dilakukan di Indonesia, supaya pasien Indonesia bisa mendapatkan akses lebih awal,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama DPR, Senin, 20 April 2026.

Baca Juga: Catat Ya! Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Bogor Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendorong Bio Farma untuk terlibat sejak awal dalam pengembangan obat tersebut. Skema pengobatan yang sedang dikembangkan mencakup konsumsi obat selama satu bulan yang dikombinasikan dengan suntikan.

Menurut Menkes, pengobatan dengan durasi lebih singkat dapat menjadi solusi bagi pasien TB yang kerap menghentikan pengobatan di tengah jalan karena merasa kelelahan atau tidak mampu menjalani terapi jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa pengobatan suntik memungkinkan obat langsung masuk ke aliran darah dan bekerja lebih efektif dibandingkan bentuk pil yang harus melalui sistem pencernaan.

Baca Juga: Marvel Ungkap Detail Avengers : Doomsday, Kembalinya Steve Rogers hingga Aliansi dengan X-Men

“Kalau ini berhasil, ini akan menjadi inovasi besar dalam pengobatan tuberkulosis,” ujarnya.

Menkes memperkirakan obat TB dengan durasi satu bulan ini dapat selesai dikembangkan sekitar tahun 2029. Ia juga menegaskan bahwa uji klinis fase 1 dan 2 sudah membuktikan aspek keamanan dan efektivitas obat.

Sementara itu, fase 3 diperlukan untuk menguji efektivitas obat pada skala populasi yang lebih luas dan beragam. Menurutnya, setiap negara bisa memiliki respons yang berbeda terhadap suatu obat karena faktor genetik dan lingkungan.

Baca Juga: Marvel Ungkap Detail Avengers : Doomsday, Kembalinya Steve Rogers hingga Aliansi dengan X-Men

Sebagai contoh, ia menyebutkan vaksin malaria yang efektif di Afrika karena diuji di wilayah tersebut, namun belum tentu memiliki hasil yang sama di negara lain seperti Indonesia.

Dengan menjadikan Indonesia sebagai lokasi uji klinis fase 3, Menkes menilai hal tersebut dapat membantu penyesuaian terapi dengan kondisi masyarakat lokal, sekaligus memberikan akses lebih awal bagi pasien dalam negeri.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#TB #uji klinis #menkes