RADAR BOGOR - Menjelang dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, berbagai strategi mulai disiapkan para calon pelamar.
Salah satu yang kini ramai diperbincangkan adalah memilih instansi dengan jumlah pelamar yang relatif sedikit.
Fenomena ini sebenarnya sudah terlihat sejak seleksi CPNS 2024 lalu.
Sejumlah instansi pusat hingga daerah tercatat memiliki jumlah pelamar yang tidak terlalu tinggi, bahkan ada yang jauh di bawah ekspektasi.
Data tersebut kini kembali menjadi perhatian karena diprediksi akan menjadi acuan penting bagi pelamar CPNS 2026.
Beberapa instansi yang sebelumnya tergolong sepi peminat antara lain Sekretariat Jenderal MPR, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Baca Juga: Parkir Pindah ke Kanan, Warga Suryakencana Kota Bogor Soroti Risiko Keselamatan dan Titik Macet
Jumlah pelamar di instansi tersebut tidak sebanyak kementerian populer lainnya.
Tak hanya itu, instansi seperti Kemenko Polhukam, Kemenko PMK, hingga Kementerian PANRB juga menunjukkan tingkat persaingan yang relatif lebih rendah.
Yang paling mencuri perhatian adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga: Diskon Gede 87 Persen! Ancol Rayakan Hari Kartini dengan Promo Tiket Spesial
Pada seleksi sebelumnya, jumlah pelamar bahkan hampir sebanding dengan jumlah formasi yang tersedia. Artinya, peluang lolos menjadi jauh lebih besar dibanding instansi lain.
Di tingkat daerah, kondisi serupa juga terjadi.
Pemerintah Kota Gorontalo, Kabupaten Purworejo, hingga Kabupaten Bondowoso menjadi contoh daerah dengan jumlah pelamar yang minim.
Baca Juga: Menkes Dorong Uji Klinis di Indonesia, Obat TB Baru Diklaim Lebih Singkat dan Efektif
Fenomena ini menjadi peluang emas bagi pelamar CPNS 2026.
Pasalnya, pemerintah diperkirakan akan membuka formasi dalam jumlah besar.
Berdasarkan informasi terbaru, kebutuhan ASN pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 160 ribu formasi, dipengaruhi oleh banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun.
Baca Juga: Diskon Gede 87 Persen! Ancol Rayakan Hari Kartini dengan Promo Tiket Spesial
Selain itu, pendaftaran CPNS 2026 juga diprediksi akan dibuka pada kuartal ketiga, yakni sekitar Agustus hingga September.
Dengan jumlah formasi besar dan strategi pemilihan instansi yang tepat, peluang untuk lolos seleksi semakin terbuka lebar.
Namun demikian, para pelamar tetap diingatkan untuk tidak hanya mengejar peluang besar.
Kesesuaian antara latar belakang pendidikan, minat, serta kesiapan bekerja di instansi tersebut tetap menjadi faktor utama.
CPNS bukan sekadar soal lolos seleksi, tetapi juga tentang komitmen dalam mengabdi kepada negara.
Bagi calon pelamar, memanfaatkan data instansi sepi peminat seperti ini bisa menjadi strategi cerdas.
Baca Juga: Menkes Dorong Uji Klinis di Indonesia, Obat TB Baru Diklaim Lebih Singkat dan Efektif
Apalagi dengan persaingan yang diperkirakan tetap ketat di CPNS 2026, langkah taktis akan sangat menentukan hasil akhir.***
Editor : Asep Suhendar