RADAR BOGOR – Antusiasme masyarakat untuk bergabung dalam program Manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar luar biasa.
Dilansir dari Instagram @rekrutmencpns.id, hingga Senin, 20 April 2026, jumlah pelamar tercatat telah menembus angka 383.830 orang
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa lonjakan pendaftar yang sangat tinggi ini bahkan sempat membuat situs resmi pendaftaran mengalami gangguan teknis atau hang.
“Yang sudah daftar totalnya 383.830, karena ini yang daftar banyak, kadang-kadang hang website-nya itu,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Dari total ratusan ribu pelamar tersebut, peminat program Manajer Kopdes mendominasi dengan jumlah 220.364 orang. Sementara itu, posisi pengelola Kampung Nelayan telah dilamar oleh 64.029 orang.
Satu hal yang ditegaskan oleh pemerintah adalah proses rekrutmen ini dilakukan secara terbuka dan transparan.
Baca Juga: Penerima BLTS Kesra Berpotensi Menjadi KPM Baru, Bantuan Beras Disalurkan hingga Akhir April 2026
Tidak ada jalur khusus atau "orang dalam"; semua peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan hasil seleksi.
Menariknya, antusiasme ini meningkat tajam dalam waktu singkat. Hanya dalam satu hari, terjadi penambahan hampir 100 ribu pendaftar baru dari hari sebelumnya yang masih di angka 284.393 pelamar.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat terhadap program ini.
Status Kerja dan Penempatan
Bagi kamu yang nantinya dinyatakan lolos seleksi, ada kepastian mengenai status kepegawaian. Para peserta akan berstatus sebagai Pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Untuk rincian penempatannya adalah sebagai berikut:
· Manajer Koperasi Desa: Akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.
· Pengelola Kampung Nelayan: Akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Mengingat tingginya persaingan dan beban pada situs pendaftaran, para pelamar disarankan untuk terus memantau koneksi internet dan mencoba melakukan pendaftaran di jam-jam tidak sibuk agar terhindar dari kendala teknis.***
Editor : Asep Suhendar