Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Petani Siap Pasok Sayuran saat Musim Kemarau, Bersyukur Program MBG Dongkrak Pendapatan 60 Persen

Eka Rahmawati • Selasa, 21 April 2026 | 20:12 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak bagi petani di daerah. (Dok. Bakom RI)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak bagi petani di daerah. (Dok. Bakom RI)

RADAR BOGOR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak langsung bagi sektor pertanian di daerah, inisiatif yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani melalui peningkatan permintaan serta kestabilan harga hasil pertanian.

Pergerakan ekonomi yang semakin aktif serta dukungan pemerintah berupa bantuan sarana produksi, mendorong semangat para petani dalam meningkatkan hasil panen demi menjaga keberlangsungan program tersebut.

Di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, para petani mulai merasakan perubahan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Pemkab Bogor Targetkan 14 Jembatan Rusak Selesai Diperbaiki Sebelum Idul Adha 2026

Jika sebelumnya pemasaran hasil panen bergantung pada pasar tradisional dan tengkulak, saat ini produk mereka juga diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Agus Irawan (34), petani setempat, mengatakan permintaan berbagai komoditas sayuran meningkat seiring kebutuhan dapur MBG, produk seperti tomat, brokoli, sawi putih, selada, hingga cabai kini memiliki pasar tambahan.

“Sekarang bukan hanya dari tengkulak atau pedagang, tapi juga dari program MBG,” ujar Agus terkait program MBG.

Baca Juga: Pestigo Catat Kenaikan Pendapatan 97 Persen dan Akan Menambah 21 Area Layanan Baru

Menurut Agus menyebut harga jual hasil pertanian mengalami kenaikan sekitar 40 hingga 60 persen, tergantung dengan jenis komoditas dan kondisi ini membuat petani lebih bersemangat dalam berproduksi sekaligus merasa ikut berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat.

“Peningkatannya bisa 40 sampai 60 persen, tergantung jenis sayurannya,” tambahnya.

Tak hanya dari sisi harga, dukungan pemerintah juga dirasakan melalui bantuan pupuk dari dinas pertanian setempat, seperti pupuk NPK dan ZA, yang membantu meningkatkan produktivitas lahan.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat budidaya tanaman, termasuk sebagai persiapan menghadapi musim kemarau.

Agus mengungkapkan bersama kelompok taninya, mereka tetap berupaya menanam agar pasokan untuk program MBG tetap terjaga.

“Dengan bantuan ini, kami tetap bisa menanam meskipun nanti masuk musim kemarau, supaya suplai untuk MBG tetap ada,” kata Agus.

Baca Juga: BRI Borong 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026, Perkokoh Kepemimpinan Perempuan

Hal senada disampaikan Dianto (50), anggota Kelompok Tani Ngudi Santoso yang menilai program MBG mendorong petani menyesuaikan jenis tanaman dengan kebutuhan dapur, seperti selada, buncis, wortel, sawi, dan brokoli.

Dukungan dari pemerintah daerah, kata Dianto termasuk bantuan pupuk yang bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau, sangat membantu petani dalam mempersiapkan musim tanam, khususnya menjelang musim kemarau.

Editor : Eka Rahmawati
#Mbg #kemarau #petani