Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Pemulung di Boyolali, Anak Sempat Putus Sekolah Kini Bahagia Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

Eka Rahmawati • Selasa, 21 April 2026 | 20:34 WIB
Anak pemulung di Boyolali sempat putus sekolah kini bisa kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen. (Dok. Bakom RI)
Anak pemulung di Boyolali sempat putus sekolah kini bisa kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen. (Dok. Bakom RI)

RADAR BOGOR - Rasa haru dan bahagia dirasakan Sarjo (50), seorang pemulung asal Boyolali, setelah anaknya yang sempat berhenti sekolah kini kembali mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 di Sragen, Jawa Tengah.

Dalam kesehariannya, Sarjo mencari nafkah dengan memulung barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan kertas, serta menjajakan pakaian bekas secara keliling. Penghasilan yang tidak menentu membuatnya harus berjuang keras mencukupi kebutuhan kelima anaknya.

Kondisi ekonomi yang terbatas sempat membuat salah satu anaknya terpaksa berhenti sekolah selama setahun. Di tengah situasi tersebut, pendidikan menjadi sesuatu yang sulit dijangkau.

Baca Juga: Petani Siap Pasok Sayuran saat Musim Kemarau, Bersyukur Program MBG Dongkrak Pendapatan 60 Persen

Harapan baru muncul ketika Sarjo dikenalkan pada program Sekolah Rakyat oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini membuka kesempatan bagi anaknya, Syifa, untuk kembali bersekolah.

“Alhamdulillah, ada pendamping PKH yang memberi tahu soal program dari pemerintah, jadi anak saya bisa sekolah lagi,” ujar Sarjo Selasa, 21 April 2026.

Bagi Sarjo, kembalinya sang anak ke bangku pendidikan bukan hanya soal belajar, tetapi juga menghidupkan kembali cita-cita yang sempat terhenti.

Baca Juga: BRI Wujudkan Kesetaraan Gender Lewat Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

“Anaknya bilang ingin jadi dokter, saya sebagai orang tua yang penting mendukung dia sekolah dulu,” katanya.

Ia juga mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan dalam program tersebut, mulai dari tempat tinggal, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan makan yang ditanggung. Hal ini membuat beban biaya pendidikan tidak lagi menjadi kendala.

“Semua sudah difasilitasi, jadi saya tidak perlu memikirkan biaya lagi. Saya hanya bisa mendoakan,” ucapnya.

Dengan penuh rasa syukur, Sarjo menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kesempatan yang diberikan kepada anaknya untuk kembali meraih masa depan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Menteri Sosial yang sudah membantu keluarga kami,” pungkasnya.

Editor : Eka Rahmawati
#pemulung #Sekolah Rakyat #boyolali