Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Haru Nenek 70 Tahun di Sragen, Berharap Sekolah Rakyat Ubah Nasib Cucu dari Kemiskinan

Yosep Awaludin • Rabu, 22 April 2026 | 11:07 WIB
Samini, nenek 70 tahun di Sragen yang berharap cucuknya meraih masa depan lebih baik dari Sekolah Rakyat.
Samini, nenek 70 tahun di Sragen yang berharap cucuknya meraih masa depan lebih baik dari Sekolah Rakyat.

RADAR BOGOR – Di usia 70 tahun, Samini hanya memiliki satu harapan sederhana, melihat cucunya meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang dijalaninya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi secercah harapan baru bagi keluarganya.

Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen tidak hanya membuka peluang bagi Hendi Saputro, cucu Samini, untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi jalan bagi keluarga tersebut untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Baca Juga: Alhamdulillah, Ada Progres Signifikan Penyaluran BPNT Tahap 2, Pemerintah Mulai Verifikasi Rekening KPM, Cek Detailnya

Samini mengaku sangat bersyukur cucunya kini dapat bersekolah dengan fasilitas yang memadai. Ia berharap pendidikan tersebut mampu mengubah nasib Hendi di masa depan.

“Saya bahagia cucu saya bisa sekolah di sana. Harapannya dia jadi anak pintar, berhasil, dan punya kehidupan yang lebih baik, tidak seperti kami,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.

Hendi, yang kini duduk di kelas 7 SMP, harus menghadapi berbagai cobaan hidup. Ia kehilangan ibunya akibat Covid-19, sementara sang ayah mengalami stroke sehingga tidak lagi mampu bekerja.

Baca Juga: Strategi Unik Olivia Rodrigo : Rilis Dua Video Musik Berbeda untuk Drop Dead Secara Eksklusif

Dalam kondisi tersebut, Samini bersama suaminya, Patmo Suwito (76), mengambil alih peran sebagai orang tua sekaligus pencari nafkah.

Di usia lanjut, keduanya masih bekerja mengumpulkan sisa karet untuk dijual ke pabrik dengan harga Rp5.000 per kilogram.

Setiap hari, mereka hanya mampu mengumpulkan sekitar 10 kilogram karet dengan penghasilan kurang lebih Rp50 ribu.

Baca Juga: Alhamdulillah! Cek Daftar Bansos yang Turun Hari Ini 22 April 2026 Bagi KPM yang Dapat Undangan Wajib Cairkan

Dari pendapatan tersebut, mereka harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, menanggung biaya pengobatan sang ayah, hingga memberi uang saku untuk Hendi dan adiknya.

Keterbatasan ekonomi sempat membuat Hendi putus sekolah. Ia bahkan harus bekerja di bengkel demi membantu mencukupi kebutuhan keluarga.

Kini, setelah bergabung di Sekolah Rakyat, kehidupan Hendi mulai berubah. Ia mendapatkan fasilitas pendidikan lengkap, mulai dari seragam, tempat tinggal di asrama, hingga makan bergizi tiga kali sehari tanpa biaya.

“Semua kebutuhan cucu saya ditanggung, kami tidak perlu mengeluarkan biaya,” kata Samini.

Baca Juga: Pantauan Data SIKS-NG Terbaru, Nama-nama Penerima Bansos PKH Tahap II April-Juni 2026 Terverifikasi Sudah Muncul

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa dua ekor kambing kepada keluarga tersebut sebagai upaya meningkatkan perekonomian mereka.

Samini pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah terhadap keluarganya dan berharap cucunya dapat meraih kesuksesan di masa depan.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga cucu saya bisa berhasil dan punya kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Bawa The Lands Between ke Layar Lebar, A24 Resmi Garap Film Live Action Game Elden Ring

Melalui Kementerian Sosial, program Sekolah Rakyat yang diinisiasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto terus dikembangkan sebagai upaya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus membuka peluang untuk masa depan yang lebih cerah. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#70 tahun #pendidikan #Sekolah Rakyat