Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Indonesia dan Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Kebudayaan, Dorong Kolaborasi Museum hingga Industri Budaya

Eka Rahmawati • Jumat, 24 April 2026 | 18:44 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris. (Dok. Kemendikbud RI)
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris. (Dok. Kemendikbud RI)

RADAR BOGOR — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris guna memperkuat pelaksanaan Joint Cultural Strategy (Deklarasi Borobudur) yang telah disepakati oleh Presiden Indonesia dan Presiden Prancis pada 2025.

Pertemuan ini menjadi tonggak baru dalam hubungan budaya kedua negara, sekaligus menandai pertemuan perdana antara Fadli Zon dan Catherine Pégard sejak ia menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Prancis pada Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon mengapresiasi perkembangan kerja sama di sejumlah sektor prioritas serta menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperdalam kolaborasi, khususnya pada bidang warisan budaya dan museum, industri budaya dan kreatif, serta pengembangan dan mobilitas talenta.

Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dampingi Presiden Prabowo dalam Kunjungan ke Museum Nasional Indonesia

“Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra budaya terpenting di Eropa, sejak 2025, kami telah membangun kerja sama yang semakin konkret, terstruktur, dan berdampak jangka panjang; mulai dari warisan budaya dan museum, hingga industri budaya, literasi, dan pertukaran talenta,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya.

Kedua pihak juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual, terutama dalam industri musik, film, serta transformasi digital di sektor kebudayaan.

Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia memandang Prancis sebagai mitra strategis utama di Eropa dalam bidang kebudayaan. Ia menilai sejak 2025, kerja sama yang terjalin semakin konkret, sistematis, dan berorientasi jangka panjang, mencakup berbagai sektor mulai dari pelestarian warisan budaya hingga penguatan industri kreatif, literasi, dan pertukaran talenta.

Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Hadir di BSF Cap Go Meh 2026 Bogor, Tegaskan Budaya Satukan Indonesia

Sementara itu, Catherine Pégard menegaskan bahwa Prancis menyambut positif penguatan hubungan budaya dengan Indonesia melalui berbagai program kolaboratif yang mengedepankan keahlian, prinsip timbal balik, dan visi berkelanjutan.

Ia menilai kemitraan kedua negara kian solid dan nyata, serta diharapkan terus berkembang melalui sinergi antara pelestarian warisan, karya kontemporer, mobilitas profesional, dan penguatan ekosistem budaya.

Pada sektor warisan budaya, kedua negara menyoroti sejumlah proyek strategis, termasuk kerja sama pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan, serta rencana pembentukan Museum Academy di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, juga ditandatangani dua kesepakatan kerja sama, yakni antara École du Louvre dengan Indonesian Heritage Agency (IHA), serta Centre des Monuments Nationaux (CMN) dengan InJourney. Kesepakatan ini memperkuat fondasi kolaborasi yang telah terbangun sebelumnya, termasuk melalui kerja sama antara GrandPalaisRmn dan IHA.

Kolaborasi di bidang museum dan pelestarian budaya juga mencakup program pertukaran mahasiswa dan profesional, seperti penempatan tenaga ahli Indonesia di sejumlah museum terkemuka di Paris, serta penyelenggaraan pameran berskala besar.

Selain itu, kedua negara mendorong penguatan riset bersama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO), khususnya terkait artefak Hindu-Buddha dan situs warisan budaya Indonesia.

Di sektor industri budaya, kedua pihak mencatat peningkatan kerja sama yang signifikan. Dalam bidang film dan animasi, kedua menteri mengapresiasi keberhasilan Indonesia–France Film Lab, serta penguatan peran La Fémis dan CNC dalam peningkatan kapasitas.

Baca Juga: Ajukan Gagasan Out of Nusantara, Menbud Fadli Zon Tegaskan Indonesia Sebagai Poros Baru Evolusi Manusia dan Pusat Peradaban Purba

Mereka juga menyoroti rencana pertemuan produksi bersama (co-production) yang akan digelar di Paris pada Desember 2026. Menjelang Festival Film Cannes 2026, kedua negara menilai pentingnya program Next Step Studio Indonesia, serta menyambut partisipasi perdana Indonesia dalam Annecy International Animation Film Festival. Upaya pelestarian dan restorasi film juga menjadi fokus penguatan kerja sama ke depan.

Dalam bidang literasi dan perbukuan, kedua negara menyambut pembentukan Choix Goncourt Indonésie yang diharapkan memperluas ruang dialog sastra antara Indonesia dan Prancis, sejalan dengan penguatan program Read Indonesia.

Kerja sama dengan Centre national du livre (CNL) juga akan diperluas untuk mendukung program residensi, penerjemahan, penerbitan, serta pertukaran karya sastra. Catherine Pégard juga menyampaikan rencana kunjungan delegasi Prancis yang dipimpin Presiden Académie Goncourt ke Makassar International Writers Festival pada Mei 2026, serta pengembangan program Rimbaud Residency melalui kemitraan antara Cité Internationale de la Langue Française dan Kota Semarang.

Lebih lanjut, kedua negara sepakat untuk memperkuat mobilitas talenta muda dan profesional di bidang kebudayaan melalui berbagai jalur, seperti festival internasional, program residensi timbal balik, serta kerja sama pendidikan.

Fadli Zon menyambut komitmen sejumlah institusi Prancis, seperti École du Louvre, La Fémis, École Duperré, dan ENSAD-PSL, dalam menerima mahasiswa Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa Prancis untuk menjalani magang di Indonesia. Ia juga berharap jalur ini dapat terintegrasi dengan ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

Penguatan kolaborasi di berbagai bidang tersebut menegaskan bahwa kebudayaan menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral Indonesia–Prancis. Melalui kerja sama yang semakin terarah, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, Indonesia terus mendorong kebudayaan sebagai sumber pengetahuan, sarana diplomasi, serta penggerak kreativitas dan pertumbuhan ekosistem budaya.

Editor : Eka Rahmawati
#indonesia #prancis #museum #kebudayaan