RADAR BOGOR – Nasib hidup Suranto (50) sempat terpuruk setelah kehilangan pekerjaan akibat PHK massal.
Namun, di tengah kondisi sulit tersebut, ia kini kembali menemukan harapan melalui program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Warga Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar ini sebelumnya telah bekerja selama 24 tahun di industri tekstil dan garmen.
Baca Juga: Kunjungan Mendadak ke Kampus Dramaga Bogor, Begini Hasil Evaluasi UTBK-SNBT 2026 di IPB University
Ia tak menyangka akan menjadi bagian dari sekitar 10.500 karyawan yang terkena PHK akibat perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan.
Selama kurang lebih lima bulan tanpa pekerjaan, Suranto mengaku menghadapi kebingungan, terutama karena tetap harus memenuhi kewajiban finansial, termasuk cicilan bank.
“Selama beberapa bulan tidak bekerja, tentu bingung. Sementara kewajiban seperti cicilan tetap harus dibayar,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Baca Juga: Dikira Ada Pesta Kembang Api, Tenyata Gudang Barang Ekspedisi di Kota Depok Terbakar
Di tengah situasi tersebut, peluang datang dari program Dapur MBG yang memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, termasuk mereka yang terdampak PHK.
Informasi mengenai lowongan tersebut ia peroleh dari rekannya yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karanganyar. Setelah mendaftar dan diterima, Suranto kini bekerja di bagian kebersihan.
Tugasnya meliputi menjaga kebersihan area dapur, mulai dari meja, lantai, hingga dinding.
Meski berbeda jauh dari pekerjaan sebelumnya, ia tetap menjalaninya dengan penuh rasa syukur.
Menurut Suranto, penghasilan yang ia terima saat ini cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban cicilan bank sebesar Rp1,3 juta per bulan.
“Penghasilan sekarang sangat membantu. Setidaknya kebutuhan harian bisa terpenuhi dan beban keuangan sedikit berkurang,” tuturnya.
Ia juga menilai program MBG memberikan peluang yang inklusif karena tidak membatasi usia pekerja.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 2026 Segera Cair, KPM Harus Pastikan Hal Penting Ini Terlebih Dahulu
Hal ini dinilai sangat membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan di usia tidak lagi muda.
Program MBG sendiri tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Suranto pun menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut yang telah memberinya kesempatan untuk kembali bekerja dan bangkit dari kondisi sulit.
“Terima kasih atas program ini, karena benar-benar membantu kami yang sedang berjuang mencari penghidupan,” ucapnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin