RADAR BOGOR - Insiden tabrakan dua kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan rangkaian KRL Commuterline PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan yang terjadi akibat insiden tersebut.
Baca Juga: 19 Kades di Kabupaten Bogor Habis Masa Jabatan pada 2026, DPMD Tunggu Keputusan Mendagri
Ia menjelaskan, saat ini pihak KAI bersama kepolisian masih melakukan proses evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Upaya terus dilakukan agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali berjalan normal.
“PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian, kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto dalam keterangannya Senin, 27 April 2026.
Baca Juga: Hari Ini, Progres Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Tunjukkan Sinyal Positif di SIKS-NG
Petugas di lapangan disebut telah bergerak cepat untuk mengamankan area serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan layanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada jalur Cibitung–Bekasi Timur serta area emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dimatikan.
Sementara itu, penyebab kecelakaan dan jumlah perjalanan kereta yang terdampak masih dalam tahap penyelidikan dan pendataan lebih lanjut. Informasi terkait perkembangan kejadian akan disampaikan secara berkala.
Pihak KAI juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan, khususnya di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.(fat)
Editor : Eka Rahmawati