RADAR BOGOR - Lokomotif kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek yang sebelumnya tersangkut pada gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur akhirnya berhasil dipisahkan.
Kini, bagian lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dan gerbong belakang KRL sudah tidak lagi saling terhubung.
Berdasarkan pantauan di Stasiun Bekasi pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 08.18 WIB, petugas Basarnas terlihat berupaya menarik lokomotif KA Argo Bromo Anggrek yang sempat menancap di bagian belakang rangkaian KRL.
Setelah proses yang memakan waktu beberapa jam, lokomotif tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dari gerbong KRL.
Hingga saat ini, area sekitar lokasi evakuasi masih dijaga ketat dan disterilkan.
Kondisi lokomotif terlihat mengalami kerusakan, terutama pada bagian atas yang tampak penyok. Selain itu, serpihan material dari KRL masih terlihat menempel di bagian atap lokomotif.
Baca Juga: KNKT Mulai Investigasi Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Dalam kecelakaan tersebut, tercatat tujuh orang meninggal dunia, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup lama, yakni hampir delapan jam, karena dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan korban dan petugas.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga