Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kecelakaan Beruntun KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, DPR Desak Evaluasi Sistem KAI, Minta Percepat Flyover

Rani Puspitasari Sinaga • Rabu, 29 April 2026 | 07:57 WIB
Tabrakan KRL dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Foto: KAI for Radar Bogor
Tabrakan KRL dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Foto: KAI for Radar Bogor

RADAR BOGOR - Ridwan Bae, Wakil Ketua Komisi V DPR, menyoroti kecelakaan yang melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Bekasi Timur.

Wakil Ketua Komisi V DPR itu menilai keberadaan perlintasan sebidang di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, lokasi tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek memiliki tingkat risiko yang tinggi, terutama karena masih menggunakan palang manual yang dioperasikan warga.

Menurutnya, DPR juga menekankan agar sistem manual tersebut sudah seharusnya ditingkatkan dengan teknologi yang lebih modern demi meningkatkan keselamatan. Apalagi setelah insiden tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek.

Baca Juga: Status Terbaru Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 April Juni 2026 Sudah SPM Namun Dana Masih Belum Ditransfer ke KKS

Ridwan juga mendorong pemerintah agar segera mempercepat pembangunan flyover atau underpass di wilayah Bekasi Timur, khususnya di titik-titik dengan lalu lintas padat, guna mengurangi potensi kecelakaan.

Politikus dari Golkar itu turut menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan dan komunikasi operasional kereta api.

Ia menilai sistem tersebut semestinya mampu memberikan informasi secara real-time kepada masinis dan petugas stasiun untuk mencegah tabrakan.

Baca Juga: Rekor Buruk! Indonesia untuk Pertama Kalinya Pulang Cepat dari Thomas Cup 2026 Akibat Dikalahkan Prancis

Ridwan juga menyoroti adanya jeda waktu antara insiden awal dan tabrakan berikutnya, yang menurutnya perlu diselidiki lebih lanjut, baik dari sisi kesalahan manusia maupun keandalan teknologi.

Ia meminta agar dilakukan investigasi yang transparan dan evaluasi menyeluruh demi memulihkan kepercayaan publik serta memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam transportasi kereta api.

Sementara itu, jumlah korban dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan bertambah menjadi 15 orang. Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas.

Baca Juga: Cek Status Bansos Tahap 2 2026 Sekarang Lebih Simpel, Ini Cara Mudah Akses Lewat HP Tanpa Biaya dan Antre

Peristiwa ini bermula ketika sebuah taksi Green SM berhenti di tengah rel dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. 

Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta. Akibat kejadian itu, KRL sempat terhenti di rel dan warga berdatangan untuk membantu evakuasi.

Di sisi lain, sebuah KRL tujuan Cikarang tertahan lebih lama di Stasiun Bekasi Timur karena insiden tersebut. Kereta yang berhenti inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Jakarta, sehingga memperparah kecelakaan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bekasi timur #argo bromo anggrek #dpr #krl