RADAR BOGOR - Euforia menyambut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 mulai terasa.
Pemerintah telah memulai proses awal melalui penyusunan kebutuhan ASN sejak awal tahun, dan pengumuman formasi diperkirakan akan segera dirilis dalam beberapa bulan ke depan.
Namun di tengah persiapan CPNS tersebut, banyak calon pelamar masih terjebak fokus pada tes akademik.
Padahal, ada satu tahap yang diam-diam menjadi penyebab kegagalan terbesar: tes kesehatan.
Berdasarkan pengalaman seleksi sebelumnya, tes kesehatan kini menjadi tahap yang sangat menentukan.
Bahkan, banyak peserta yang telah lolos SKD dan SKB akhirnya gugur karena tidak memenuhi standar kesehatan instansi.
Ambil contoh Badan Intelijen Negara (BIN). Pada tahap awal, peserta harus melewati pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, indeks massa tubuh, serta kondisi organ vital.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kandidat memiliki kondisi fisik yang prima sejak awal.
Namun yang sering mengejutkan peserta adalah tahap lanjutan.
Pemeriksaan seperti rontgen, USG, hingga tes kebugaran fisik menjadi bagian dari seleksi.
Bahkan, aspek psikologis juga diuji melalui tes kesehatan jiwa.
Hal ini selaras dengan arah kebijakan CPNS 2026 yang menuntut ASN tidak hanya kompeten, tetapi juga sehat secara jasmani dan rohani.
Baca Juga: Long Weekend Hari Buruh, Ada Penyesuaian One Way Puncak Bogor, Cek Penjelasan Lengkapnya
Salah satu syarat utama pendaftaran pun secara jelas menyebutkan bahwa pelamar harus dalam kondisi sehat fisik dan mental.
Di instansi lain, standar yang diterapkan juga tidak kalah ketat.
Basarnas menambahkan tes postur tubuh dan fobia ketinggian.
Kejaksaan menekankan stabilitas mental melalui psikotes.
Kementerian Luar Negeri menguji kesiapan fisik dan psikis, sementara Kementerian Keuangan fokus pada kebugaran.
Dengan kebutuhan ASN yang masih tinggi dan peluang formasi yang diperkirakan mencapai ratusan ribu posisi, persaingan CPNS 2026 dipastikan semakin ketat .
Para ahli menyarankan agar calon peserta mulai melakukan persiapan sejak sekarang.
Tidak hanya belajar materi ujian, tetapi juga memperbaiki gaya hidup mulai dari pola makan, olahraga rutin, hingga pemeriksaan kesehatan mandiri.
Karena faktanya, banyak yang gagal bukan karena tidak pintar melainkan karena tidak siap secara fisik.
Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026: Status SIKS-NG Sudah SPM, Kapan Saldo Masuk Rekening KKS?
CPNS 2026 bukan sekadar tes kemampuan. Ini adalah seleksi menyeluruh tentang siapa yang benar-benar siap mengabdi.***
Editor : Asep Suhendar