RADAR BOGOR - Menjelang pembukaan pendaftaran CPNS 2026, perhatian publik mulai tertuju pada berbagai tahapan seleksi yang harus dilalui.
Tidak hanya soal tes kompetensi, satu tahap yang sering dianggap sepele justru menjadi “penyaring diam-diam” yang menggugurkan banyak peserta, yaitu tes kesehatan.
Berdasarkan pola seleksi tahun sebelumnya, pendaftaran CPNS 2026 diperkirakan akan dibuka pada kisaran Agustus hingga September 2026, setelah pengumuman formasi dilakukan sekitar pertengahan tahun.
Baca Juga: Persiapan Pencairan Bansos PKH Tahap 2 2026, Catat Lima Poin Krusial yang Harus Diperhatikan KPM
Artinya, waktu persiapan semakin sempit dan tes kesehatan tidak bisa lagi dianggap formalitas.
Salah satu instansi dengan standar kesehatan paling ketat adalah Badan Intelijen Negara (BIN).
Dalam proses seleksi, tes kesehatan dibagi menjadi dua tahap: tingkat daerah dan tingkat pusat.
Pada tahap awal (SKB tingkat daerah), peserta akan menjalani pemeriksaan dasar seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, hingga pemeriksaan THT.
Selain itu, kesehatan gigi, kulit, mata, dan organ dalam juga diperiksa secara menyeluruh.
Bahkan, tes paru-paru dan jantung melalui EKG sudah mulai dilakukan sejak tahap ini.
Namun, tantangan sesungguhnya muncul di tingkat pusat.
Di sini, peserta akan menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan teknologi medis seperti rontgen dada dan USG abdomen.
Baca Juga: Hati-hati, Lolos SKD dan SKB Bukan Jaminan, Tes Ini Sering Gugurkan Peserta CPNS, Cek Selengkapnya
Tes tambahan seperti audiometri, ergometri, hingga pemeriksaan mata detail menggunakan slit lamp juga dilakukan.
Yang paling krusial, peserta wajib menjalani tes kesehatan jiwa.
Ini menunjukkan bahwa CPNS tidak hanya menuntut kecerdasan, tetapi juga kestabilan mental.
Bahkan dalam kondisi tertentu, peserta juga harus menjalani tes EEG.
Fenomena ini sejalan dengan kebutuhan ASN 2026 yang semakin selektif.
Baca Juga: Hati-hati, Lolos SKD dan SKB Bukan Jaminan, Tes Ini Sering Gugurkan Peserta CPNS, Cek Selengkapnya
Pemerintah disebut akan memprioritaskan kualitas SDM, terutama bagi fresh graduate, serta menyesuaikan kebutuhan akibat banyaknya ASN yang pensiun diperkirakan mencapai sekitar 160 ribu orang .
Tak hanya BIN, instansi lain juga memiliki standar masing-masing.
Basarnas menambahkan tes fobia ketinggian dan buta warna.
Kejaksaan menggabungkan kesehatan fisik dengan psikotes, sementara Kementerian Keuangan menguji kebugaran melalui Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK).
Baca Juga: Long Weekend Hari Buruh, Ada Penyesuaian One Way Puncak Bogor, Cek Penjelasan Lengkapnya
Melihat kompleksitas ini, calon peserta CPNS 2026 sebaiknya tidak hanya fokus belajar soal.
Persiapan fisik dan mental menjadi kunci utama.
Karena di seleksi CPNS, bukan hanya yang pintar yang lolos, tetapi yang benar-benar siap secara menyeluruh.***
Editor : Asep Suhendar