RADAR BOGOR — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta menghadirkan suasana berbeda. Selain tertib dan kondusif, peringatan tahun ini juga diwarnai hiburan yang dinilai memberikan pengalaman baru bagi para buruh.
Koordinator Lapangan PUK SP KEP SPSI PT Impack Pratama, Nadiso, mengatakan dirinya datang bersama rombongan buruh dari kawasan industri Cikarang.
“Ada dua bus, sekitar tujuh puluh orang,” ujar Nadiso saat ditemui Radar Bogor di Monas, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menyebutkan, kehadiran mereka ke Monas tidak membawa agenda khusus selain memperingati Hari Buruh Internasional, berbeda dengan sebagian kelompok lain yang memilih menyampaikan aspirasi ke gedung DPR RI.
Menurut Nadiso, peringatan May Day tahun ini terasa lebih kondusif dibandingkan sebelumnya dan menurutnya tidak ada lagi aksi anarkis seperti yang kerap terjadi di masa lalu.
"Enggak anarkis seperti dulu, karena sekarang kan Bapak Prabowo mau ikut berkecimpung," katanya.
Ia juga menyoroti adanya perhatian berupa pembagian sembako dan atribut seperti kaos kepada buruh yang menurutnya menjadi bentuk dukungan nyata.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Kementan Datangkan Air ke Sawah Sukoharjo
Selain itu, kehadiran konser musik turut memberikan hiburan bagi para buruh yang datang sejak pagi hari, meski tidak semua bisa menyaksikan langsung dari dekat, fasilitas videotron dinilai cukup membantu.
“Istilahnya sangat menghibur, karena kita capek-capek dari berangkat pagi jam 6, nyampe sini ada hiburan kayak gini," tuturnya.
Meski suasana lebih santai, Nadiso menegaskan bahwa harapan utama buruh tetap pada peningkatan kesejahteraan, khususnya terkait upah yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan hidup.
"Ke depannya aspirasi kita didengarlah, kalau di Cikarang UMR kita Rp6 jutaan, kalau bisa lebihlah," ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi alasan buruh masih rutin melakukan aksi setiap tahun untuk memperjuangkan hak-hak yang seharusnya didapatkan.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati