RADAR BOGOR - Kabar gembira bagi para pejuang Manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Kartu peserta ujian seleksi kompetensi PHTC 2026 kini sudah resmi tersedia dan dapat diunduh oleh pelamar yang lolos seleksi administrasi.
Kartu ini sangat krusial karena berisi seluruh informasi teknis ujian Anda, seperti lokasi gedung, tanggal pelaksanaan, hingga pembagian sesi dan jam ujian yang spesifik.
Jika kartu ujian sudah dicetak, artinya Anda telah resmi memegang tiket untuk mengikuti tahapan seleksi kompetensi sebagai syarat mutlak menjadi bagian dari ekosistem BUMN.
Seleksi ini akan berlangsung mulai tanggal 3 hingga 12 Mei 2026. Ujian dilakukan menggunakan sistem CAT BKN, yang memiliki standar ketat layaknya seleksi CPNS.
Pahami 2 Jenis Tes Seleksi Kompetensi
Melansir informasi dari akun Instagram @rekrutmencpns.id, agar tidak gugur di tengah jalan, Anda harus memahami jenis soal dan nilai ambang batas (passing grade) yang berlaku:
1. Tes Potensi Kognitif (Logika dan Nalar)
· Materi: Terdiri dari 6 subtes, yaitu bahasa, hitungan, pengetahuan umum, pola gambar, abstraksi ruang, dan menentukan bentuk.
· Durasi: Waktu pengerjaan sangat terbatas, hanya 50 menit.
· Nilai Ambang Batas: Anda wajib meraih skor minimal 110 untuk bisa melaju ke tahap berikutnya.
2. Tes Manajemen (Koperasi atau Kelautan dan Perikanan)
Tes ini disesuaikan dengan posisi yang Anda lamar untuk menguji pemahaman sektoral.
· Jumlah Soal: 20 soal.
· Sistem Poin: Jawaban benar bernilai 5 poin, sedangkan jawaban salah atau kosong bernilai 0.
· Target: Skor maksimal adalah 100 poin.
Baca Juga: Gabung Aksi May Day di Jakarta, BEM UMBARA Soroti Isu Upah Buruh dan Pendidikan
Mengetahui nilai ambang batas adalah langkah awal yang baik, namun jangan hanya terpaku pada nilai minimal.
Mengingat persaingan yang ketat, usahakanlah meraih skor setinggi mungkin agar posisi Anda aman dalam pemeringkatan (ranking) teratas.
Segera persiapkan diri, jaga kesehatan, dan pastikan dokumen pendukung lainnya sudah siap bersama kartu ujian Anda. Selamat berjuang menjadi Manajer Koperasi Desa 2026.***
Editor : Asep Suhendar