Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Indonesia Terapkan Aturan Perlindungan Anak di Platform Gim, Roblox Jadi yang Pertama Batasi Konten Berbasis Usia

Yosep Awaludin • Minggu, 3 Mei 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi Game Roblox menerapkan pembatasan konten berdasarkan usia sesuai PP TUNAS.
Ilustrasi Game Roblox menerapkan pembatasan konten berdasarkan usia sesuai PP TUNAS.

RADAR BOGOR – Pemerintah Indonesia terus memperkuat perlindungan anak di era digital dengan menghadirkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau dikenal sebagai PP TUNAS.

PP TUNAS ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang mengatur perlindungan anak hingga ke platform gim, bukan hanya media sosial.

Salah satu platform global yang telah menyatakan komitmennya untuk mengikuti aturan PP TUNAS ini adalah Roblox.

Baca Juga: Lepaskan Dahagamu dengan Es Nona, Es Shanghai, dan Ce Hun Tiaw di Kopitiam Dapur Shahnaz, Cek Harga dan Lokasinya di Sini

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa implementasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, pemerintah memfokuskan pengawasan pada delapan platform digital dengan karakteristik yang berbeda-beda.

“Roblox termasuk platform yang sudah menyatakan kesiapan untuk mematuhi regulasi setelah melalui diskusi intensif, mengingat platform ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan media sosial,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta.

Baca Juga: Pemkab Bogor Pastikan Proyek Jalan Alternatif Sentul City – Puncak II di Vepasamo Sudah Sesuai Aturan

Pemerintah juga mengapresiasi langkah Roblox yang mulai menerapkan sejumlah fitur untuk mendukung perlindungan anak.

Salah satunya adalah sistem verifikasi usia yang wajib dilakukan oleh seluruh pengguna di Indonesia.

Dari sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, sebanyak 23 juta di antaranya diperkirakan merupakan anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Baca Juga: Harta Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi Tembus Rp5 Miliar, Cek Rinciannya

Karena itu, kebijakan ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko interaksi yang tidak aman.

“Pengguna yang belum melakukan verifikasi usia tidak akan bisa menggunakan fitur komunikasi seperti chat. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi interaksi dengan pihak yang tidak dikenal,” jelasnya.

Selain verifikasi usia, Roblox juga menerapkan pembatasan akses konten berdasarkan kategori umur, mulai dari anak di bawah 13 tahun, remaja usia 13 hingga 15 tahun, hingga pengguna di atas 16 tahun. Setiap kelompok memiliki tingkat akses yang berbeda.

Untuk mengantisipasi kecanduan, platform ini turut menyediakan fitur pengaturan waktu bermain atau screen time yang dapat dikontrol oleh orang tua.

Baca Juga: Kabar Gembira, Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Kota Bogor Dimulai Mei 2026

Fitur tersebut memungkinkan orang tua mengatur durasi serta waktu akses anak saat menggunakan aplikasi.

Sementara itu, Vice President Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, menilai PP TUNAS sebagai langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Ia menyebut, fitur yang diterapkan di Indonesia termasuk yang paling ketat dibandingkan negara lain karena disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan regulasi nasional.

Baca Juga: Tak Perlu ke Blok M, Nikudon Republic Bogor Jadi Surganya Pecinta Nikudon dan Rice Bowl Jepang, Cek Lokasi, Harga dan Jam Operasionalnya di Sini

“Jika pengguna belum melakukan verifikasi usia, sistem secara otomatis akan mengklasifikasikannya sebagai akun anak tanpa akses komunikasi. Orang tua juga diberikan kendali penuh terhadap aktivitas akun tanpa perlu pengaturan tambahan,” terangnya.

Nicky turut mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam memimpin upaya perlindungan anak di dunia digital.

“Kami menghargai kepemimpinan pemerintah Indonesia dalam isu ini. Indonesia menjadi salah satu negara terdepan dalam perlindungan anak di ruang digital, dan kami bangga bisa berkontribusi,” tutupnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#PP Tunas #perlindungan anak #Roblox