RADAR BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sekaligus mengurangi ketergantungan pada tengkulak yang selama ini merugikan masyarakat.
Ia menjelaskan, Persiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi di tingkat desa, salah satunya melalui upaya memangkas rantai distribusi yang dinilai terlalu panjang.
Menurut Menteri yang kerap disapa Zulhas tersebut, keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Selain mempersingkat jalur distribusi, koperasi ini juga akan berfungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Sudah Salurkan 388,3 Ribu Ton Beras SPHP demi Jaga Stabilitas Harga Beras
“Bapak Presiden tujuannya ingin membuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di desa, jadi Kopdes atau Koperasi Kelurahan Merah Putih itu, selain memotong rantai pasok yang panjang dari pusat juga bisa offtaker (pembeli hasil produksi)," ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Lebih lanjut, KDKMP akan menampung hasil panen dan produk peternakan warga dengan harga yang lebih menguntungkan dibandingkan jika dijual kepada tengkulak.
Bahkan, ketika harga pasar mengalami penurunan, koperasi tetap dapat membeli hasil produksi sesuai harga yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga petani tetap memperoleh keuntungan.
Ia mencontohkan, apabila harga gabah di pasar berada di bawah harga acuan, maka koperasi dapat mengambil alih pembelian sesuai harga yang sudah ditentukan pemerintah.
"Kalau ada produksi di desa itu yang tidak sesuai dengan harga yang kita tentukan, maka Kopdes bisa ambil alih, contoh gabah, kalau gabah itu Rp6.500 kita tentukan, tetapi di pasar di situ harganya di bawah, Kopdes bisa beli jadi dia offtaker," jelas Zulhas.
Selain berfungsi sebagai penopang ekonomi, KDKMP juga akan menjadi bagian dari infrastruktur penyaluran program pemerintah. Koperasi ini akan membantu distribusi bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih tepat sasaran.
Zulhas menekankan, penyaluran bantuan nantinya tidak lagi dipengaruhi faktor kedekatan, melainkan benar-benar berdasarkan kelayakan penerima.
"Nanti bantuan PKH harus tepat pasaran yang dapat (beras) 10 kg, Rp300 ribu, beasiswa, itu betul-betul harus tepat sasaran, bukan karena kedekatan dengan kepala desa, tetapi betul-betul memang orang yang layak untuk mendapatkan, itu nanti fungsinya Kopdes," papar Zulhas.
Tak hanya itu, koperasi juga akan berperan sebagai agen distribusi berbagai barang subsidi, seperti pupuk dan LPG 3 kilogram, yang selama ini dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
Baca Juga: Mau Cepat Dapat Kerja Setelah Kuliah? UIKA Bogor Gandeng Kemnaker RI Siapkan Lulusan Siap Kerja
Dengan berbagai fungsi tersebut, KDKMP diharapkan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus memastikan distribusi bantuan dan subsidi lebih efektif dan adil.
Bantuan-bantuan pemerintah, barang-barang subsidi seperti pupuk, gas, dan lain-lain kata Zulhas nantinya akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih sehingga memiliki tujuan yang sangat strategis.
Editor : Eka Rahmawati