RADAR BOGOR - Proses seleksi kompetensi untuk calon Manajer Kopdes (Koperasi Desa Merah Putih) 2026 telah resmi dimulai sejak 3 Mei 2026.
Sebagai syarat mutlak untuk bergabung dalam bagian SPPI Kopdes, tahapan ini menjadi penentu bagi para peserta sebelum melangkah ke Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT).
Meskipun pelaksanaan di berbagai titik lokasi secara umum berjalan lancar dan tertib sesuai protokol, hasil hari pertama ujian justru mengejutkan banyak pihak.
Melalui pantauan live score CAT BKN, dilaporkan banyak peserta yang langsung gugur di medan tempur awal karena gagal menembus nilai ambang batas (passing grade).
Kendala Utama: 248 Soal dalam Waktu Sangat Singkat
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @cpnskarierindonesia, penyebab utama gugurnya ribuan peserta bukan hanya karena tingkat kesulitan materi, melainkan tantangan durasi yang ekstrem.
Peserta dituntut untuk menyelesaikan total 248 soal dalam waktu yang sangat terbatas, yaitu hanya 1 jam 2 menit (62 menit).
Adapun rincian soal yang harus dihadapi meliputi:
- Tes Potensi Kognitif: 228 soal
- Tes Manajemen Bidang: 20 soal
Jika dihitung secara rata-rata, peserta hanya memiliki waktu kurang dari 15 detik per soal. Kecepatan dalam membaca, memahami, dan memutuskan jawaban menjadi satu-satunya kunci untuk bisa lolos.
Situasi ini menjadi batu sandungan bagi peserta yang belum terbiasa dengan ritme pengerjaan soal kilat, meski di antara kerumunan tersebut, masih ada segelintir peserta yang berhasil membuktikan ketangguhannya dengan mencapai ambang batas.
Mengingat kuota yang dibuka cukup besar, yakni sebanyak 30.000 posisi Manajer Kopdes Merah Putih, peluang sebenarnya masih terbuka lebar bagi mereka yang mampu mengatur strategi waktu dengan baik.
Bagi Anda yang akan menghadapi ujian di hari berikutnya, pastikan untuk melatih fokus dan kecepatan agar tidak terjebak pada manajemen waktu yang singkat.***
Editor : Eli Kustiyawati