Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Warga Bogor, Musim Kemarau 2026 Mulai Bertahap dan Lebih Cepat, Puncaknya di Agustus Mendatang, Berikut Wilayah yang Sudah Masuk

Rani Puspitasari Sinaga • Selasa, 5 Mei 2026 | 08:18 WIB
Ilustrasi. Musim kemarau diprediksi BMKG lebih cepat dan lama. Foto: Laman Tribratanews Polri
Ilustrasi. Musim kemarau diprediksi BMKG lebih cepat dan lama. Foto: Laman Tribratanews Polri

RADAR BOGOR - Perhatian untuk antisipasi kekeringan bagi warga Bogor, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau 2026 sejak awal Mei.

Peralihan musim kemarau ini, disebut BMKG tidak berlangsung serempak, melainkan terjadi secara bertahap hingga Agustus 2026.

Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya dan berpotensi berlangsung lebih lama. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca sejak dini.

Baca Juga: Hidden Gem di Cibinong Bogor, Elana Coffee and Kitchen Tawarkan Suasana Hutan Jati dan Menu Rahang Tuna Jumbo

Lalu, daerah mana saja yang sudah mengalami musim kemarau pada Mei 2026?

Berdasarkan informasi resmi BMKG pada Senin, 4 Mei 2026, peta sebaran musim menunjukkan bahwa wilayah berwarna hijau masih berada pada musim hujan, sedangkan warna cokelat menandakan daerah yang telah memasuki musim kemarau.

Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim hujan. Namun, beberapa daerah sudah mulai lebih dulu memasuki periode kemarau.

Baca Juga: Pencairan Bansos Tak Lama Lagi Sampai ke KPM dengan Status SI, Simak Daftar Bantuan Disalurkan Sepanjang Mei 2026

Wilayah yang Mulai Mengalami Musim Kemarau pada Mei 2026:

1. Sumatera
   Sebagian wilayah utara Aceh serta beberapa pulau kecil di bagian barat Sumatera mulai menunjukkan tanda-tanda kemarau, meskipun masih terbatas.

2. Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
   Wilayah pesisir utara Jawa menjadi salah satu daerah yang lebih awal mengalami kemarau. Selain itu, sebagian kecil Bali juga mulai mengalami kondisi kering.
   Di Nusa Tenggara Barat, kemarau terjadi di beberapa wilayah, sedangkan Nusa Tenggara Timur sudah mengalami kemarau yang cukup luas, terutama di bagian selatan.

Baca Juga: Gugur Massal di Hari Pertama! Ini Alasan Banyak Peserta Koperasi Desa Merah Putih 2026 Gagal Capai Passing Grade

3. Kalimantan
   Sebagian besar wilayah Kalimantan masih didominasi musim hujan dan belum menunjukkan perubahan signifikan menuju kemarau.

4. Sulawesi
   Sulawesi Selatan, khususnya wilayah selatan dan pesisir, mulai memasuki musim kemarau. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian Sulawesi Tenggara serta beberapa wilayah di Sulawesi Tengah.

5. Maluku
   Wilayah Maluku bagian tengah dan tenggara telah mengalami kemarau di cukup banyak area, termasuk pulau-pulau di sekitar Laut Banda.

Baca Juga: Belum Terlambat! Pendaftaran Bansos Kemensos Masih Dibuka untuk Warga yang Ekonominya Menurun

6. Papua
   Bagian selatan Papua, terutama wilayah pesisir, mulai mengalami musim kemarau lebih awal.

Penyebab Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

BMKG menjelaskan bahwa awal musim kemarau yang lebih cepat dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026. Saat ini, kondisi iklim global berada dalam fase netral dan berpotensi berkembang menjadi El Niño pada pertengahan tahun.

Baca Juga: Daripada Capek Antre, KPM Bogor Lebih Praktis Cek Saldo Bansos PKH Mei 2026 via Mobile Banking, Praktis dan Mudah

Pemantauan anomali iklim di Samudra Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada pada angka -0,28 (netral) dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026. Meski begitu, peluang munculnya El Niño dengan intensitas lemah hingga sedang diperkirakan mencapai 50–60 persen pada paruh kedua tahun ini.

Selain itu, perubahan pola angin dari Monsun Asia (angin baratan) ke Monsun Australia (angin timuran) juga menjadi indikator utama dimulainya musim kemarau di Indonesia.

Puncak Musim Kemarau

Baca Juga: Dari SPM ke Status SI di SIKS-NG, Ini Tahapan yang Jadi Penentu Cepat atau Lambatnya Bansos Cair dari Pemerintah

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026, mencakup sekitar 61,4 persen wilayah atau 429 Zona Musim (ZOM).

Sementara itu, sebagian wilayah lain diperkirakan mencapai puncak kemarau lebih awal pada Juli (sekitar 12,6 persen), dan sebagian lagi pada September (sekitar 14,3 persen).

Dengan datangnya musim kemarau yang lebih awal dan berpotensi lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi, terutama terkait ketersediaan air serta potensi kekeringan di berbagai daerah.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #musim kemarau #bmkg