RADAR BOGOR - Setiap tahun, seleksi CPNS selalu dipadati jutaan pelamar dari seluruh Indonesia.
Namun, di balik ketatnya persaingan, ternyata ada “celah” yang bisa dimanfaatkan oleh peserta yang jeli.
Data terbaru menunjukkan beberapa instansi justru memiliki jumlah pelamar yang relatif sedikit dibandingkan formasi yang tersedia.
Baca Juga: DJP Jabar III Ajak Mahasiswa Calon 60 Persen Penduduk Produktif di 2045 untuk Sadar Pajak
Fenomena ini membuka peluang emas bagi calon pelamar yang ingin meningkatkan peluang kelolosan.
Misalnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sorotan karena membuka 500 formasi dengan jumlah pelamar hanya sekitar 460 orang.
Kondisi ini membuat peluang diterima menjadi sangat besar bahkan mendekati pasti, selama memenuhi syarat dasar.
Selain itu, Kemenko PMK juga termasuk instansi dengan persaingan rendah, dengan 65 formasi dan 345 pelamar.
Rasio ini jauh lebih bersahabat dibanding instansi favorit seperti kementerian hukum atau keuangan.
Namun, tidak semua instansi memberikan peluang yang sama. Beberapa instansi justru menjadi “ladang persaingan sengit”.
Contohnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang hanya menyediakan 110 formasi namun dibanjiri hampir 2.000 pelamar.
Hal serupa terjadi di Kemenko Polhukam dan BNN yang juga memiliki rasio pelamar jauh lebih tinggi dibanding formasi.
Menariknya, peluang besar juga banyak ditemukan di instansi pemerintah daerah. Kota Gorontalo, misalnya, hanya memiliki 13 pelamar untuk 5 posisi.
Ini berarti peluang lolos hampir 1 banding 2. Kabupaten Purworejo, Bondowoso, dan Kota Tanjungpinang juga menunjukkan tren serupa dengan jumlah pelamar yang tidak terlalu banyak.
Para ahli menyarankan agar peserta CPNS tidak hanya fokus pada instansi “favorit”, tetapi juga mempertimbangkan rasio persaingan.
Baca Juga: Diguyur Hujan, Tokoh Betawi Silaturahmi ke Galeri Ki Gatut di Bogor
Banyak pelamar gagal bukan karena tidak kompeten, tetapi karena salah strategi dalam memilih instansi.
Dengan memahami data ini, calon peserta CPNS diharapkan bisa lebih cerdas dalam menentukan pilihan.
Karena pada akhirnya, lolos CPNS bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga strategi yang tepat.***
Editor : Asep Suhendar