RADAR BOGOR - Pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) untuk seleksi Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan tengah menjadi sorotan hangat di media sosial.
Dilansir dari Instagram @cpnskarierindonesia, sejumlah peserta mengungkapkan kekecewaan mereka melalui berbagai platform seperti grup diskusi, Threads, X (Twitter), hingga kolom komentar karena mengalami kendala teknis yang dianggap merugikan.
Banyak peserta merasa sistem ujian yang digunakan saat ini kurang siap menghadapi beban pelaksanaan di lapangan.
Keluhan yang paling mendominasi adalah terjadinya error pada sistem yang mengganggu proses pengerjaan soal.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai keluhan peserta, berikut adalah 5 kendala teknis utama yang dialami di lokasi ujian:
1. Jawaban Berubah Otomatis
Peserta merasa jawaban yang sudah dipilih berubah dengan sendirinya, sehingga tidak sesuai dengan pilihan awal mereka.
2. Data Jawaban Terhapus
Jawaban yang telah diisi secara tiba-tiba menjadi kosong atau tidak tersimpan oleh sistem.
3. Opsi Jawaban Tidak Sinkron
Terjadi ketidaksesuaian saat mengklik pilihan; misalnya, peserta mengklik opsi A, namun yang terpilih di layar justru opsi D.
4. Masalah Koneksi dan Jaringan
Jaringan yang lambat menyebabkan opsi jawaban tidak bisa diklik dan perpindahan antar soal menjadi sangat lama.
5. Gagal Save dan Lanjut
Setelah peserta mengklik tombol "Simpan dan Lanjutkan", sistem justru mengarahkan kembali ke nomor soal sebelumnya secara berulang.
Hingga hari pertama dan kedua pelaksanaan, gelombang protes dari peserta masih terus mengalir. Banyak dari mereka merasa kurang puas dengan hasil yang didapatkan.
Para peserta menegaskan bahwa penurunan skor mereka bukan disebabkan oleh ketidakmampuan menjawab soal, melainkan faktor kendala teknis di luar kendali yang merusak fokus serta mental mereka saat ujian berlangsung.***
Editor : Eli Kustiyawati