Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak Peserta Gagal Passing Grade Seleksi Manajer Koperasi Desa 2026? Ternyata Ini 5 Penyebab Utamanya

Robecca Sesaria • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:23 WIB
Peserta seleksi kompetensi Manajer Koperasi Desa. (Foto: Instagram @bkn2surabaya)
Peserta seleksi kompetensi Manajer Koperasi Desa. (Foto: Instagram @bkn2surabaya)

RADAR BOGOR - Pelaksanaan seleksi kompetensi untuk posisi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih 2026 yang berlangsung sejak 3 hingga 12 Mei kini tengah menjadi sorotan.

Meski pemerintah menyediakan kuota besar hingga 30.000 posisi dengan status pegawai BUMN (PKWT), banyak peserta justru berguguran di tahap awal.

Berdasarkan pantauan live score CAT BKN sejak hari pertama yang dikutip dari Instagram @eksam.id, terlihat cukup banyak peserta yang gagal mencapai passing grade atau nilai ambang batas yang telah ditentukan.

Baca Juga: Bukan Anggaran Baru, Ternyata dari Sini Sumber Gaji 30.000 Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Fenomena ini memicu diskusi mengenai penyebab di balik sulitnya menaklukkan ujian tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi selama pelaksanaan ujian, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa banyak peserta kesulitan mencapai skor aman.

1. Buruknya Manajemen Waktu

Ketatnya durasi pengerjaan dibandingkan dengan jumlah soal membuat banyak peserta kehabisan waktu sebelum selesai menjawab seluruh pertanyaan.

Baca Juga: Peserta Ujian CAT Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih Keluhkan Sistem Error, Mulai dari Jawaban Berubah hingga Jaringan Lambat

2. Terlalu Fokus pada Hitungan

Banyak peserta terjebak terlalu lama pada soal-soal perhitungan sehingga mengabaikan soal materi spesifik yang sebenarnya memiliki bobot nilai penting.

3. Sistem Subtes yang Terpisah

Durasi pengerjaan yang dibagi per subtes sering kali memicu kepanikan saat sistem otomatis berpindah ke materi selanjutnya, terutama jika peserta belum siap.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Lolos Jika Nilai Seleksi Manajer Koperasi Desa 2026 Sama? Simak 4 Urutan Prioritas Berikut Ini

4. Faktor Psikologis

Melihat durasi waktu yang terus berjalan cepat di layar sering kali merusak konsentrasi dan meruntuhkan fokus peserta saat sedang mengerjakan soal.

5. Kendala Teknis (Sistem Error)

Adanya laporan mengenai gangguan teknis pada sistem CAT BKN di beberapa titik lokasi ujian turut menjadi hambatan yang dikeluhkan para peserta.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Program MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Pendorong

Meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat, tetap ada sebagian peserta yang berhasil melampaui ambang batas dengan skor yang memuaskan.

Hal ini menunjukkan bahwa persiapan matang dan ketenangan saat menghadapi layar ujian adalah kunci utama untuk lolos menjadi bagian dari Kopdes Merah Putih.

Bagi Anda yang belum mengikuti ujian, pastikan untuk mengatur strategi manajemen waktu dan menjaga fokus agar tidak terjebak pada kendala serupa.***

Editor : Eli Kustiyawati
#manajer koperasi desa #seleksi kompetensi #passing grade #bumn #Kopdes