Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KTT ASEAN 2026: Presiden Prabowo Ajak Thailand dan Kamboja Tempuh Jalur Damai atas Sengketa Perbatasan

Yosep Awaludin • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:17 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyampaikan pernyataan Presiden Prabowo di KTT ASEAN.
Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyampaikan pernyataan Presiden Prabowo di KTT ASEAN.

RADAR BOGOR — Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai dalam konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat 8 Mei 2026.

Dorongan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi retret tertutup bersama para pemimpin negara ASEAN.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan sengketa antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Reses Dewan! Emak-Emak Curhat Retribusi Sampah, Siswanto Ajak Warga Aktif Pilah Sampah dari Rumah 

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa persoalan perbatasan bukan hanya dialami Thailand dan Kamboja, tetapi juga menjadi tantangan di sejumlah negara ASEAN lainnya.

Namun, ia menilai penyelesaian damai tetap dapat dicapai melalui komunikasi dan kerja sama.

“Presiden menyampaikan bahwa persoalan perbatasan dapat dicari jalan keluarnya melalui dialog, negosiasi, dan kerja sama antarpihak,” ujar Sugiono kepada awak media di sela KTT ASEAN ke-48.

Baca Juga: Heboh! Pelajar Lompat dari Jembatan GDC Kota Depok, Sempat Diselamatkan Ojol, Begini Kronologinya

Selain mendorong penyelesaian konflik secara damai, Presiden Prabowo juga mengajak Thailand dan Kamboja tetap memperkuat kolaborasi di berbagai sektor yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menilai proses hukum internasional terkait sengketa wilayah tetap dapat berjalan bersamaan dengan upaya membangun hubungan yang lebih positif antarnegara.

“Presiden mengajak agar perbedaan tidak terus dipertajam. Proses hukum bisa tetap berjalan, namun kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat juga harus terus dibangun,” lanjutnya.

Baca Juga: Info Pantauan Saldo Bansos 9 Mei 2026, Laporan Terkini KKS Bank Mandiri Wilayah Jawa Barat

Pernyataan serupa turut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia mengatakan Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi konstruktif dalam menghadapi berbagai persoalan di kawasan, termasuk konflik Thailand-Kamboja dan situasi di Myanmar.

Menurut Teddy, Presiden mengajak seluruh negara ASEAN menjaga stabilitas regional melalui pendekatan dialog dan perdamaian.

“Presiden Prabowo menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dan semangat persaudaraan, termasuk mendorong penyelesaian damai antara Thailand dan Kamboja serta menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara,” ujar Teddy.

Sikap tersebut sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat persatuan dan soliditas ASEAN di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bakal Ubah Nama Kawasan Suryakencana Jadi Pelataran Binokasih, Jalan hingga Trotoar Akan Ditata

Indonesia juga terus mendorong ASEAN tetap menjadi pusat perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Diketahui, Thailand dan Kamboja telah lama terlibat sengketa wilayah perbatasan, khususnya di sekitar kawasan Kuil Preah Vihear dan sejumlah situs bersejarah lain seperti Ta Muen Thom.

Ketegangan kedua negara kembali meningkat pada pertengahan 2025 setelah bentrokan aparat keamanan di wilayah perbatasan yang menewaskan seorang personel Kamboja.

Baca Juga: Update Saldo Masuk KKS PKH BPNT Tahap 2: Bank BSI Sudah Mulai Cairkan, Bank Lain Tunggu Giliran

Sebagai tindak lanjut, Kamboja pada Juni 2025 resmi meminta Mahkamah Internasional membantu proses penetapan batas wilayah di empat titik perbatasan yang masih disengketakan, termasuk penegasan batas permanen di kawasan tersebut. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kamboja #thailand #Presiden Prabowo