Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Ancaman Hantavirus, Berikut Gejala dan Cara Mencegah Infeksi Mematikan dari Tikus

Yosep Awaludin • Minggu, 10 Mei 2026 | 13:21 WIB
Ilustrasi Hantavirus, virus yang dibawa tikus.
Ilustrasi Hantavirus, virus yang dibawa tikus.

RADAR BOGOR – Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah infeksi virus tersebut dilaporkan muncul di sejumlah wilayah dunia.

Masyarakat kini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavius yang dibawa tikus ini, karena dapat memicu komplikasi serius hingga berujung kematian.

Hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. Virus ini telah dikenal sejak era 1950-an dan sempat menyebabkan wabah pada dekade 1960-an.

Baca Juga: Bangunan Liar Gerus Sempadan Sungai, DPRD Kota Bogor Desak Izin Diperketat

Namun, kemunculannya kembali membuat perhatian publik meningkat, terutama terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Penularan hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Karena itu, area rumah yang kotor dan lembap berpotensi menjadi tempat penyebaran virus.

Baca Juga: Terkini, Penyaluran PKH Bansos Tahap 2 Terpantau Aktif di Beberapa Wilayah, Pencairan Rp600 Ribu hingga Rp900 Ribu

Pada tahap awal, gejala hantavirus kerap menyerupai infeksi virus biasa sehingga sering tidak disadari.

Penderita dapat mengalami demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, diare, hingga tubuh terasa lemah.

Namun dalam kondisi berat, infeksi hantavirus dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti perdarahan, gagal ginjal, penurunan kesadaran, hingga kematian apabila terlambat mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Pria Asal Citeureup Bogor Tenggelam di Situ Cikaret Cibinong, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian

Masyarakat pun diimbau memahami langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko penularan virus tersebut.

Cara Mencegah Hantavirus

1. Mengendalikan populasi tikus

Tikus menjadi sumber utama penyebaran hantavirus. Pastikan rumah dan lingkungan sekitar bersih dari sarang maupun aktivitas hewan pengerat.

2. Menjaga kebersihan lingkungan

Rutin membersihkan dapur, gudang, plafon, dan area lembap lainnya penting dilakukan agar tikus tidak berkembang biak.

Baca Juga: Hadirkan Konsep Industrial Minimalis, H.OLD Coffee Jadi Pilihan Baru Tempat Nongkrong di Bogor

3. Mencuci tangan secara rutin

Gunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, terutama setelah membersihkan area yang berpotensi terkena kotoran tikus.

4. Menjaga sistem imun tubuh

Konsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan olahraga teratur membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Baca Juga: Resmi Cair, Bukti Penyaluran Bansos PKH Tahap 2 di Berbagai Wilayah, Besaran Sesuai Komponen Keluarga

5. Segera memeriksakan diri jika muncul gejala

Apabila mengalami demam selama beberapa hari disertai nyeri tubuh, mual, atau gangguan pernapasan, segera datangi fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kewaspadaan terhadap hantavirus dinilai penting karena penyakit ini dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi fatal.

Sebelumnya, perhatian dunia terhadap hantavirus kembali meningkat setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia di kapal pesiar MV Hondius saat berlayar di Samudra Atlantik pada 3 Mei 2026.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut terdapat kasus hantavirus terkonfirmasi pada penumpang kapal pesiar yang melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina menuju Cape Verde. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Hantavirus #infeksi #tikus