Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo Sebut Indonesia Kini Disegani Dunia Usai Berhasil Swasembada Pangan

Yosep Awaludin • Senin, 11 Mei 2026 | 13:52 WIB
Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo pada Sabtu 9 Mei 2026.
Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo pada Sabtu 9 Mei 2026.

RADAR BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia saat ini semakin mendapat penghormatan dari berbagai negara setelah berhasil mencapai swasembada pangan, terutama pada komoditas strategis seperti beras dan jagung.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo pada Sabtu 9 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan nasional tanpa bergantung pada impor menjadi pencapaian penting yang meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Ada Pihak yang Menghilang Dalam Kasus Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejaksaan: Kita Akan Tetapkan DPO

Menurutnya, Indonesia kini tidak lagi harus mendatangkan sejumlah kebutuhan pangan utama dari luar negeri karena produksi dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Indonesia sekarang semakin dihormati karena mampu mencapai swasembada pangan. Kita sudah mandiri untuk beras dan jagung, bahkan banyak kebutuhan pangan lain tidak perlu lagi impor,” ujar Prabowo.

Keberhasilan tersebut didukung data produksi pangan nasional. Pada tahun sebelumnya, Indonesia berhasil mencatat produksi beras sebesar 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik yang berada di angka sekitar 31 juta ton.

Baca Juga: Unik! Berada di Gang yang Sempit, Distribusi MBG di SDN Citaringgul 02 Bogor Pakai Gerobak

Capaian itu membuat Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang tahun 2025.

Selain beras, pemerintah juga memproyeksikan sejumlah komoditas strategis lain akan mencapai swasembada dalam waktu dekat.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Juni 2026 dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), terdapat delapan komoditas yang diperkirakan mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Baca Juga: Waspada! Maling Motor Kembali Beraksi di Sukmajaya Kota Depok, Sempat Todongkan Benda Mirip Senpi 

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani, khususnya dari sektor perikanan.

Ia menilai kebutuhan protein ikan di tingkat global terus meningkat sehingga Indonesia harus memanfaatkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan nasional.

Karena itu, pemerintah berencana memperbesar investasi di sektor blue economy atau ekonomi biru guna memperkuat industri perikanan dan kelautan Indonesia.

Baca Juga: Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN di Pemkab Bogor Terus Bergulir, Polisi Sudah Periksa 20 Saksi

“Permintaan dunia terhadap protein ikan sangat besar. Pemerintah akan fokus mengembangkan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran,” katanya.

Presiden Prabowo menegaskan pengembangan sektor kelautan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para nelayan di berbagai daerah.

Ia berharap kebijakan pemerintah ke depan mampu membuat kehidupan masyarakat pesisir semakin sejahtera dan memiliki penghasilan yang lebih baik.

Baca Juga: Ini Alasan Minyakita Belum Merata di Pasar: Bulog Ungkap Aturan Distribusi Jadi Kunci

“Kita sedang berada di jalur yang tepat. Saya ingin masyarakat, khususnya nelayan, hidup lebih makmur dan bisa menikmati hasil kerja mereka dengan baik,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#indonesia #swasembada pangan #Presiden Prabowo