RADAR BOGOR – Momentum Hari Buruh menjadi pengingat pentingnya peran para pekerja di berbagai sektor, termasuk di bidang kelistrikan PLN.
Di Gardu Induk (GI) Cikarang Lippo, kontribusi pegawai perempuan PLN atau Srikandi PLN turut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi kawasan industri dan permukiman di Cikarang serta sekitarnya.
Di balik stabilnya sistem transmisi listrik di salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia itu, para Srikandi PLN menjalankan tugas operasional secara profesional untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan tanpa gangguan.
Baca Juga: Sasana Kujang Asri Cibinong Bogor Cetak Petinju Berprestasi, 6 Atlet Lolos ke Porprov Jabar 2026
Sebagai bagian dari pemeliharaan sistem, personel perempuan di GI Cikarang Lippo rutin melaksanakan kegiatan preventif pada berbagai peralatan gardu induk.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan beroperasi aman, optimal, dan siap mendukung kebutuhan pelanggan.
Kegiatan yang dilakukan mencakup inspeksi peralatan utama, pemantauan sistem pendukung operasional, serta pengamatan berkala terhadap kondisi gardu induk.
Baca Juga: 82 Kasus Perederan Narkoba di Kota Bogor Terkuak, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp5 Miliar
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan pada sistem transmisi.
Langkah preventif ini dilakukan secara berkala sebagai bentuk mitigasi agar potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.
Dengan demikian, pasokan listrik untuk kawasan industri strategis di Cikarang tetap terjaga, termasuk bagi sektor manufaktur yang menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.
Baca Juga: Harga Minyak Terancam Naik, Pemerintah Gaspol Insentif Mobil Listrik, Begini Kata Purbaya
Kehadiran Srikandi PLN di lini operasional gardu induk juga menunjukkan semakin besarnya peran perempuan dalam sektor ketenagalistrikan yang selama ini identik dengan pekerjaan teknis lapangan.
Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan preventif yang dilakukan personel JARGI memiliki peran penting dalam menjaga performa seluruh peralatan gardu induk.
Pemeriksaan rutin dan pemantauan operasional terus dilakukan agar seluruh peralatan utama maupun pendukung di GI Cikarang Lippo tetap dalam kondisi prima.
Baca Juga: Viral di Kota Depok! Teman Gak Tahu Diri, Dikasih Pinjam Motor Malah Dijual, Kini Berakhir di Bui
"Dengan pengawasan berkala, potensi gangguan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik,” ujar Indra.
Ia menambahkan, keterlibatan pegawai perempuan dalam operasional gardu induk menunjukkan bahwa sumber daya manusia PLN memiliki kompetensi yang merata dan siap mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, menyebut Hari Buruh menjadi momentum untuk mengapresiasi seluruh insan PLN yang terus menjaga layanan kelistrikan bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Baca Juga: Polemik Soal Larangan Fotokopi KTP Elektronik, Begini Penjelasan dan Klarifikasi Kemendagri
Menurutnya, keandalan sistem listrik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang profesional dan mampu bekerja secara kolaboratif.
“Kehadiran Srikandi PLN di gardu induk mencerminkan budaya kerja yang inklusif. Perempuan juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional, termasuk mendukung aktivitas industri sebagai penggerak ekonomi,” kata Handy.
PLN UIT Jawa Bagian Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem transmisi melalui peningkatan kompetensi personel, budaya kerja yang adaptif, serta pelaksanaan kegiatan operasional dan pemeliharaan preventif secara konsisten demi pelayanan terbaik bagi pelanggan. (***)