Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KLH Apresiasi PPLI, Perusahaan Pengelolaan Limbah B3 di Indonesia dengan Standar Keselamatan Tinggi

Septi Nulawam Harahap • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:34 WIB
Stand PPLI di lokasi kegiatan The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di The Ritz-Carlton Jakarta, Senin 11 Mei 2026.
Stand PPLI di lokasi kegiatan The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di The Ritz-Carlton Jakarta, Senin 11 Mei 2026.

RADAR BOGOR – Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi kepada PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) atas komitmennya dalam pengelolaan limbah B3 dan non-B3 secara profesional.

PPLI dinilai menjadi salah satu pelopor pengolahan limbah di Indonesia yang mengedepankan standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Ya, Kementerian LH mengapresiasi kiprah PPLI dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah non-B3 di Indonesia.

Baca Juga: Tak Hanya PKH, Bansos BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Akhirnya Mendarat di Kartu KKS Bank Mandiri Rp600 Ribu

Perusahaan ini dinilai konsisten menerapkan sistem pengelolaan terpadu dengan standar keselamatan tinggi.

Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Erik Teguh Primiantoro, saat menghadiri ajang The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di The Ritz-Carlton Jakarta, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Erik, PPLI yang berada di bawah naungan DOWA Eco-System Co., Ltd.
dari Jepang menunjukkan komitmen kuat terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama dalam pengelolaan limbah industri yang memiliki risiko tinggi.

Baca Juga: Polres Metro Depok Tangkap 6 Pelaku Curanmor, Beraksi Selama April-Mei 2026

“PPLI selama ini menunjukkan perhatian besar terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja, baik dalam pengelolaan limbah B3 maupun non-B3,” ujar Erik.

Ia menilai, PPLI merupakan salah satu perusahaan pionir di sektor pengelolaan limbah di Indonesia yang mampu menjalankan sistem layanan secara terintegrasi, mulai dari pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir limbah.

Erik juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas pengolahan limbah di berbagai wilayah Indonesia, khususnya untuk menekan risiko pencemaran selama proses distribusi dan transportasi limbah.

Baca Juga: Saldo Bansos PKH Tahap 2 Mulai Mengalir, KPM Gagal Cek Rekening Kini Ada Titik Terang dari Kemensos

Menurutnya, kebutuhan fasilitas baru di kawasan Indonesia timur semakin mendesak karena volume limbah industri di sejumlah daerah, termasuk Papua, terus meningkat.

“Pengembangan fasilitas di wilayah strategis dapat membantu menurunkan biaya logistik sekaligus meminimalkan risiko lingkungan selama proses pengangkutan limbah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global Jepang, DOI Kentaro, menegaskan komitmen pemerintah Jepang dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia melalui berbagai skema kerja sama lingkungan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM) yang mencakup berbagai sektor, seperti pengelolaan limbah, kehutanan, hingga tata guna lahan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 10 Kota Baru, Tangerang Salah Satu Prioritas, Lahan 5 Hektare Sudah Disiapkan

Ia menjelaskan, The 2nd Indonesia-Japan Environment Week menghadirkan berbagai solusi teknologi lingkungan dari perusahaan Indonesia dan Jepang yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebijakan nasional.

Ajang tersebut juga menampilkan sekitar 30 perusahaan dari kedua negara yang memamerkan inovasi di bidang waste-to-energy, energi terbarukan, pengolahan air limbah, hingga teknologi pencegahan polusi udara.

“Kami berharap kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor lingkungan terus berkembang dan membuka peluang bisnis baru bagi kedua negara,” ujarnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Memasuki Masa Pencairan Besar-besaran di 514 Daerah

Dalam sesi business pitch, perwakilan PPLI, Tetsuya Yumoto, menjelaskan perusahaan bersama DOWA terus memperluas layanan pengelolaan limbah di Indonesia, termasuk melalui pengembangan DESI Integrated Waste Management Center di Lamongan, Jawa Timur.

Ia juga menyebut PPLI mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah PCBs (Polychlorinated Biphenyls) di Bogor.

Fasilitas tersebut merupakan hibah dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) kepada Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: KPM Pemegang KKS Bank Mandiri Segera Cek Saldo, PKH Tahap 2 Mulai Dicairkan 14 Mei 2026 

“PPLI memiliki fasilitas pengelolaan limbah yang komprehensif, termasuk pengolahan limbah PCBs yang ditempatkan di fasilitas kami di Bogor,” kata Yumoto.

Pada kesempatan itu, Yumoto turut mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia-Japan Environment Week dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan pengelolaan limbah terbaik di Indonesia. (cok)

Editor : Yosep Awaludin
#pengolahan limbah #kementerian lingkungan hidup #ppli