RADAR BOGOR – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026.
Getaran gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 08.48 WIB tersebut sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Cidolog.
BMKG melaporkan hasil analisis terbaru menunjukkan gempa bumi memiliki magnitudo 3,5. Titik pusat gempa berada di koordinat 7,23 Lintang Selatan dan 106,69 Bujur Timur.
Baca Juga: Cara Cek Kendaraan Kena Tilang ETLE atau Tidak, Begini Langkah Mudahnya agar STNK Tak Terblokir
Lokasi episenter gempa berada di darat, tepatnya sekitar 31 kilometer arah tenggara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman mencapai 87 kilometer. Kedalaman tersebut menandakan gempa berasal dari aktivitas tektonik menengah.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang terjadi dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Fenomena ini memang kerap menjadi penyebab gempa di wilayah selatan Pulau Jawa.
Dengan posisi pusat gempa dan kedalaman hiposenternya, peristiwa tersebut dikategorikan sebagai gempa menengah yang berasal dari aktivitas pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi.
Sejumlah warga melaporkan merasakan getaran di daerah Cidolog. BMKG mencatat intensitas gempa di wilayah tersebut mencapai skala II MMI, yakni getaran dirasakan beberapa orang di dalam rumah dan benda ringan yang tergantung tampak bergoyang.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menyampaikan hingga beberapa saat setelah kejadian belum ditemukan laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Baca Juga: Marak Aksi Kejahatan Jalanan, Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Pemburu Begal, Buru Pelaku 24 Jam
Menurut Hartanto, hasil pemantauan BMKG sampai pukul 09.10 WIB juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan setelah guncangan utama terjadi.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga diminta selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Informasi perkembangan gempa bumi dapat dipantau melalui akun media sosial resmi BMKG, laman resmi, kanal Telegram, maupun aplikasi mobile resmi yang telah terverifikasi. (***)
Editor : Yosep Awaludin