Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk: Simbol Keberanian Perjuangan Hak Buruh dan Perempuan

Eka Rahmawati • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:44 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026 (Badan Komunikasi Pemerintah/Bakom RI)
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026 (Badan Komunikasi Pemerintah/Bakom RI)

RADAR BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Peresmian tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak kaum buruh di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut museum itu bukan sekadar bangunan sejarah, melainkan simbol keberanian seorang perempuan muda yang memperjuangkan keadilan bagi para pekerja.

"Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol, dan sebagai tonggak peringatan, untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pemuda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh," ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato sambutannya sebagaimana siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sebut Museum Buruh sebagai Peristiwa Langka di Dunia

Kompleks Museum Marsinah dibangun di atas lahan seluas 938,6 meter persegi dan terdiri dari gedung museum serta rumah singgah. Di dalam museum dipamerkan sejumlah barang pribadi milik Marsinah, seperti sepeda onthel, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga berbagai piagam penghargaan dari organisasi buruh.

Koleksi tersebut menggambarkan perjalanan hidup Marsinah sejak masa kecil di Nganjuk hingga kiprahnya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.

Presiden menilai perjuangan Marsinah telah menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Ia juga menegaskan tragedi yang dialami Marsinah tidak seharusnya terjadi di negara yang menjunjung nilai Pancasila dan keadilan sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo Subianto turut menekankan pentingnya negara hadir untuk melindungi kelompok masyarakat kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan. Menurutnya, sistem ekonomi Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk Jawa Timur, Simbol Perjuangan Buruh

Prabowo juga mengungkapkan bahwa organisasi buruh di Indonesia telah sepakat mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Pemerintah, kata dia, memberikan penghormatan atas perjuangan Marsinah bagi kaum pekerja Indonesia.

"Mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional," ungkap Prabowo.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak seluruh aparat negara untuk berpihak kepada rakyat serta tidak melakukan penindasan terhadap masyarakat kecil.

Peresmian Museum Marsinah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat nilai perjuangan buruh dan semangat keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia.

Editor : Eka Rahmawati
#marsinah #museum #prabowo