RADAR BOGOR – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau Perpusnas RI memperingati hari jadinya yang ke-46 pada Minggu, 16 Mei 2026
Perpusnas RI menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas manusia sekaligus menjaga martabat bangsa di tengah perkembangan zaman.
Peringatan HUT ke-46 Perpusnas tahun ini mengusung tema “46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”.
Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niatnya, Berikut Keutamaan Puasa Jelang Idul Adha
Tema tersebut menjadi penanda komitmen lembaga ini untuk terus menjaga warisan pengetahuan sekaligus mendorong transformasi literasi nasional di era digital.
Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Azi, menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen penting untuk menegaskan kembali posisi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, kebudayaan, dan arah masa depan Indonesia.
Menurutnya, perjalanan Perpusnas selama 46 tahun merupakan bagian dari upaya panjang dalam merawat khazanah intelektual bangsa, sembari menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.
“Perjalanan 46 tahun ini menjadi pengingat bahwa tugas kami bukan hanya menjaga koleksi pengetahuan, tetapi memastikan semangat literasi terus hidup dan berkembang di seluruh Nusantara,” ujar Aminudin.
Ia menambahkan, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku.
Peran perpustakaan telah berkembang menjadi ruang belajar sepanjang hayat, pusat inovasi, hingga wadah pengembangan kreativitas masyarakat.
Baca Juga: Jangan Bersedih, Ini Penjelasan Kenapa Bansos Reguler Tahap 2 Masih Belum Masuk KKS Merah Putih
Aminudin menilai, perkembangan teknologi tidak boleh memutus hubungan antara sejarah dan masa depan.
Menurutnya, warisan budaya seperti naskah kuno, lontar, dan arsip sejarah tetap harus dijaga, bersamaan dengan langkah digitalisasi untuk memperluas akses informasi.
“Kami ingin menjaga akar kebudayaan bangsa melalui pelestarian pustaka lama, namun juga terus bergerak maju dengan teknologi digital agar kedaulatan pengetahuan Indonesia tetap terjaga,” katanya.
Momentum peringatan HUT ke-46 Perpusnas juga bertepatan dengan Hari Buku Nasional.
Pada acara puncak tersebut, Perpusnas meluncurkan dua buku bunga rampai yang merekam refleksi perjalanan institusi dan perkembangan literasi di Indonesia.
Dua buku tersebut berjudul “46 Tahun Perpusnas Menyemai Harapan, Membangun Literasi Indonesia” serta “46 Tahun Perpusnas Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”.
Kehadiran kedua buku ini menjadi wadah gagasan dari berbagai kalangan literasi mengenai masa depan perpustakaan nasional.
Baca Juga: Resep Nugget Sayur Keju Homemade, Camilan Praktis untuk Bekal Anak dan Stok Frozen Food
Buku pertama memuat beragam pandangan terkait transformasi perpustakaan, literasi digital, inklusi sosial, hingga tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam ekosistem pengetahuan.
Sedangkan buku kedua menitikberatkan pada peran perpustakaan dalam menjaga memori kolektif bangsa dan memperkuat karakter kebangsaan melalui budaya baca.
Rangkaian perayaan HUT ke-46 juga diawali dengan kegiatan Literacy Run atau Liter-run yang diikuti pegawai Perpusnas, komunitas ASN Run, serta masyarakat umum.
Baca Juga: Sedekah Botol Plastik, Cara Warga Bogor View II Pilah Sampah dari Rumah
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa literasi kini berkembang sebagai gerakan sosial yang terbuka, aktif, dan inklusif.
Aminudin menyebut, literasi saat ini bukan hanya aktivitas membaca, melainkan gerakan yang mampu menyatukan masyarakat melalui pengetahuan dan budaya belajar.
“Literasi telah menjadi gerakan sosial yang hidup, sehat, dan mampu mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Selain peluncuran buku, peringatan HUT Perpusnas juga diisi dengan sejumlah kegiatan lain.
Seperti penyerahan sertifikat apresiasi dari PMI Provinsi DKI Jakarta, penghargaan pegawai berkinerja terbaik tahun 2026, santunan pendidikan dari Dharma Wanita Persatuan Perpusnas, hingga pertunjukan seni dan budaya.
Ketua Panitia HUT ke-46 Perpusnas, Supriyanto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang untuk menegaskan peran perpustakaan sebagai institusi yang menjaga warisan intelektual sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan.
Menurutnya, Perpusnas diharapkan terus berkembang menjadi pusat literasi modern yang tidak hanya melestarikan pustaka, tetapi juga memperkuat peradaban bangsa melalui akses pengetahuan yang inklusif. (rur)
Editor : Yosep Awaludin