Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bikin Nyesek! Lolos Ujian Kompetensi, Ratusan Pelamar Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Malah Gugur SKT Gara-Gara Masalah Ini

Robecca Sesaria • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:53 WIB
Ilustrasi para peserta seleksi Koperasi Desa dan Kampung Nelayan 2026. (Foto: menpan.go.id/Diolah dengan Gemini AI)
Ilustrasi para peserta seleksi Koperasi Desa dan Kampung Nelayan 2026. (Foto: menpan.go.id/Diolah dengan Gemini AI)

RADAR BOGOR - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia seleksi kerja program Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Setelah berjuang keras dan dinyatakan lolos dalam ujian kompetensi dasar, sejumlah pelamar justru memilih mundur dan tidak melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT).

Fenomena ini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial Threads, seperti yang ikut diunggah oleh akun Instagram @cpnskarier.id.

Banyak pelamar yang mencurahkan rasa kecewanya karena sistem pengumuman yang dinilai terlalu mendadak.

Baca Juga: Penting, Jangan Sampai Ketinggalan, Ini Dokumen dan Alat Tulis yang Wajib Dibawa Peserta SKT Koperasi Desa Merah Putih 2026

Pengumuman H-1 Jadi Kendala Utama

Alasan di balik mundurnya para pelamar ini terbilang miris. Jadwal pelaksanaan ujian SKT dikabarkan baru dirilis pada H-1 atau satu hari sebelum tes dimulai.

Bagi pelamar yang mendapatkan lokasi ujian di dalam kota atau dekat dengan domisili, hal ini mungkin tidak menjadi masalah besar.

Namun, situasinya berubah drastis bagi peserta yang kebagian lokasi tes di luar domisili atau bahkan luar provinsi.

Baca Juga: Selain SKCK, Dokumen Penting Ini Kemungkinan Besar Diminta untuk SKT Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026

Menghadiri ujian di luar kota dalam waktu kurang dari 24 jam bukanlah perkara mudah. Para peserta mengeluhkan dua kendala utama.

Memesan tiket transportasi (pesawat, kereta, atau bus) secara mendadak sangat sulit, apalagi jika jaraknya antarpulau.

Baca Juga: Lebih 100 Ribu Peserta Memperebutkan 30 Ribu Kuota Manajer, Ini Penentu Kelulusan Akhir Koperasi Desa Merah Putih 2026

Perjalanan luar kota membutuhkan biaya atau "modal" yang tidak sedikit untuk transportasi dan penginapan secara tiba-tiba.

Hingga saat ini, lini masa masih dipenuhi keluhan dari para pelamar yang berharap ada evaluasi atau kebijakan penyesuaian jadwal dari pihak penyelenggara agar kerja keras mereka tidak terbuang sia-sia.***

Editor : Eli Kustiyawati
#SKT #Koperasi Desa #seleksi kompetensi #Kopdes