RADAR BOGOR - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia seleksi kerja program Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Setelah berjuang keras dan dinyatakan lolos dalam ujian kompetensi dasar, sejumlah pelamar justru memilih mundur dan tidak melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT).
Fenomena ini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial Threads, seperti yang ikut diunggah oleh akun Instagram @cpnskarier.id.
Banyak pelamar yang mencurahkan rasa kecewanya karena sistem pengumuman yang dinilai terlalu mendadak.
Pengumuman H-1 Jadi Kendala Utama
Alasan di balik mundurnya para pelamar ini terbilang miris. Jadwal pelaksanaan ujian SKT dikabarkan baru dirilis pada H-1 atau satu hari sebelum tes dimulai.
Bagi pelamar yang mendapatkan lokasi ujian di dalam kota atau dekat dengan domisili, hal ini mungkin tidak menjadi masalah besar.
Namun, situasinya berubah drastis bagi peserta yang kebagian lokasi tes di luar domisili atau bahkan luar provinsi.
Menghadiri ujian di luar kota dalam waktu kurang dari 24 jam bukanlah perkara mudah. Para peserta mengeluhkan dua kendala utama.
- Waktu yang Sempit
Memesan tiket transportasi (pesawat, kereta, atau bus) secara mendadak sangat sulit, apalagi jika jaraknya antarpulau.
- Modal Dadakan
Perjalanan luar kota membutuhkan biaya atau "modal" yang tidak sedikit untuk transportasi dan penginapan secara tiba-tiba.
Hingga saat ini, lini masa masih dipenuhi keluhan dari para pelamar yang berharap ada evaluasi atau kebijakan penyesuaian jadwal dari pihak penyelenggara agar kerja keras mereka tidak terbuang sia-sia.***
Editor : Eli Kustiyawati