RADAR BOGOR - Video penampakan satwa menyerupai macan di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, tepatnya di wilayah Cangar atau Tahura Cangar, Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Video penampakan macan di Tahura Cangar Malang berdurasi singkat yang diunggah akun TikTok @Wong Mojokerto itu dengan cepat menyebar di berbagai platform.
Dalam video penampakan tersebut, tampak seekor satwa liar yang disebut-sebut mirip macan berada di area Tahura Cangar, kawasan yang masih masuk dalam wilayah Tahura Raden Soerjo.
Baca Juga: Pemeliharaan 2 Tahunan PLN UPT Bogor Jadi Kunci Stabilitas Pasokan Listrik Industri
Kemunculan satwa tersebut langsung memunculkan beragam spekulasi dari warganet, terutama karena penampakan hewan liar berukuran besar di kawasan yang cukup sering dikunjungi masyarakat terbilang jarang terjadi.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran video tersebut.
“Kami belum mendapat informasi resmi dan video itu juga belum terverifikasi kebenarannya,” ujar Ajat.
Baca Juga: MGMP Sejarah Kota Bogor Dorong Guru Go Digital, Pembelajaran Sejarah Kini Lebih Dekat dengan Gen Z
Ia menilai, maraknya konten viral di media sosial saat ini membuat setiap informasi perlu dicek lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Ajat juga menyebut hingga kini petugas Tahura belum pernah menemukan keberadaan macan di kawasan hutan tersebut.
“Kami belum pernah menemukan,” katanya.
Pernyataan itu membuat dugaan mengenai keaslian video semakin menguat, mengingat belum ada bukti atau temuan langsung dari pihak pengelola kawasan hutan.
Meski demikian, video tersebut tetap menarik perhatian publik dan memicu diskusi mengenai keberadaan satwa liar di kawasan hutan Indonesia.
Pihak Tahura juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengutamakan sumber resmi dalam mendapatkan informasi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga