Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program MBG Buka 1,28 Juta Lapangan Kerja, Libatkan Ribuan UMKM dan Pemasok Lokal

Yosep Awaludin • Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi dapur SPPG pada program MBG.
Ilustrasi dapur SPPG pada program MBG.

RADAR BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya fokus meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga Mei 2026, program BMG tercatat telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja di berbagai daerah Indonesia.

Data terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) yang dirilis Jumat 22 Mei 2026 menunjukkan, tenaga kerja tersebut tersebar di 29.225 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Para pekerja bertugas menyiapkan hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada 62,45 juta penerima manfaat program MBG.

Penerima manfaat itu meliputi peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kalangan santri.

Tak hanya membuka lapangan kerja, program MBG juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan dan distribusi makanan.

Baca Juga: 8 Bakery dan Dessert Shop di Bogor yang Lagi Viral dan Banyak Diburu, Bukan Cuma Salt Bread

BGN mencatat terdapat 142.387 pemasok yang terlibat dalam program tersebut hingga 22 Mei 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 59.921 berasal dari sektor UMKM.

Selain UMKM, program ini juga melibatkan 13.306 koperasi, 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta 157 Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Sementara itu, 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai sektor penyedia bahan pangan dan jasa penunjang operasional program MBG.

Menurut BGN, keberadaan program MBG mampu menciptakan perputaran ekonomi dari sektor hulu hingga hilir karena kebutuhan bahan pangan terus meningkat secara berkelanjutan.

Sebagai gambaran, satu unit SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras setiap hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi sekitar 3.000 porsi makanan bergizi.

Tak hanya itu, satu dapur SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan.

Kebutuhan susu dalam program tersebut juga cukup besar. Untuk melayani 3.000 penerima manfaat, satu SPPG memerlukan sekitar 450 liter susu per hari, dengan setiap penerima mendapatkan 150 mililiter susu dalam satu sajian.

Baca Juga: Heboh Wanita Terluka Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Diduga Dibuang dari Mobil

Data tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto saat Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 pada Rabu 20 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut program MBG telah menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru melalui operasional dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

“Program MBG telah membuka jutaan lapangan kerja baru melalui dapur-dapur pelayanan gizi. Selain itu, pasar bagi petani, peternak, dan nelayan juga menjadi lebih terjamin,” ujar Prabowo. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#badan gizi nasional #tenaga kerja #ekonomi nasional #program mbg