RADAR BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas kebocoran pengelolaan kekayaan negara agar hasil sumber daya alam Indonesia benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu 23 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar.
Karena itu, pemerintah disebutnya harus memastikan seluruh potensi tersebut dikelola demi kesejahteraan rakyat, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“Saya bersama seluruh jajaran pemerintah akan bekerja semaksimal mungkin untuk menghentikan kebocoran kekayaan bangsa. Semua langkah yang diperlukan akan dilakukan agar hasil kekayaan Indonesia benar-benar kembali kepada rakyat,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan, sikap tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Baca Juga: BMPS Kabupaten Bogor Lantik Komisariat Kecamatan, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Swasta
Menurutnya, Indonesia harus mampu berdiri mandiri dalam mengelola sumber daya alam agar tidak terus dipengaruhi kepentingan pihak tertentu maupun negara lain.
“Kita tidak ingin kekayaan bangsa ini terus dimanfaatkan oleh segelintir pihak atau dikendalikan kepentingan asing. Semua harus kembali untuk kepentingan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa hasil kekayaan negara wajib dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
“Kekayaan Indonesia harus membawa manfaat bagi seluruh rakyat, bukan hanya dinikmati sebagian kecil kelompok saja,” tegasnya. (***)