Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fakta Baru! Pengawet Makanan Kemasan Dikaitkan dengan Risiko Stroke dan Jantung

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 25 Mei 2026 | 11:48 WIB
Ilustrasi bahan pengawet makanan kemasan. Foto: Laman Klikdokter
Ilustrasi bahan pengawet makanan kemasan. Foto: Laman Klikdokter

RADAR BOGOR - Bahan pengawet yang umum digunakan dalam produk makanan kemasan diduga memiliki keterkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, serta penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke.

Temuan soal pengawet makanan kemasan bisa sebabkan stroke dan jantung ini berasal dari studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti di Prancis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal tersebut menunjukkan, bahwa konsumsi sejumlah jenis pengawet makanan di kemasan, berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi hingga 29 persen, serta kenaikan risiko serangan jantung dan stroke sekitar 16 persen.

Baca Juga: SMK Kehutanan Bakti Rimba Latih Siswa Tangani Ular Berstandar Medis, Cetak Rimbawan Tangguh dan Siap Kerja

Tidak hanya pengawet sintetis, sejumlah bahan tambahan yang selama ini dianggap lebih “alami” seperti asam sitrat dan asam askorbat (vitamin C) juga ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi sebesar 22 persen pada individu yang sering mengonsumsi makanan dengan kandungan tersebut.

Penulis senior penelitian, Mathilde Touvier, menjelaskan bahwa zat yang secara alami terdapat dalam buah dan sayur tidak bisa disamakan dengan bentuk tambahan yang digunakan sebagai bahan pengawet dalam industri makanan.

Ia menegaskan bahwa asam askorbat buatan yang diproduksi secara kimia dapat memberikan dampak kesehatan yang berbeda dibanding vitamin C alami dari makanan segar.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor Juara 1 Nasional Capital Market Competition 2026, Kalahkan 70 Tim se-Indonesia

Studi ini melibatkan lebih dari 112 ribu partisipan di Prancis yang dipantau pola makan mereka sejak 2009.

Para peserta diminta mencatat secara rinci makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk merek produk, untuk dianalisis kandungan bahan pengawetnya.

Jenis Pengawet yang Banyak Ditemukan

Dalam penelitian tersebut, beberapa bahan pengawet yang paling sering dikaitkan dengan risiko hipertensi antara lain:

Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Per 25 Mei 2026: Daftar Wilayah Cair, Panduan SIKS-NG dan Solusi Data Tidak Sinkron

* Sodium nitrit, yang umum digunakan pada daging olahan seperti bacon, ham, dan sosis
* Potassium sorbat, yang banyak ditemukan pada produk seperti roti, keju, dan saus

Penulis utama studi, Anaïs Hasenböhler, menyebutkan bahwa bahan pengawet kini telah digunakan secara luas di berbagai jenis makanan, tidak terbatas pada makanan ultra-proses saja.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan tertentu yang cukup dihindari untuk sepenuhnya mengatasi risiko tersebut.

Baca Juga: Kronologi Aksi Perampokan Bersenpi di Minimarket Kota Depok, Pelaku 5 Orang, Segini Total Kerugiannya

Meski demikian, para peneliti tetap menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan segar dan minim proses. Sebagai alternatif praktis, makanan beku dinilai masih lebih baik dibanding produk dengan tambahan pengawet yang berlebihan.

Di sisi lain, profesor ilmu pangan dari University of Reading, Gunter Kuhnle, mengingatkan bahwa bahan pengawet tetap memiliki peran penting dalam industri makanan, terutama untuk memperpanjang masa simpan, mencegah pemborosan, dan menjaga keamanan pangan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#pengawet #makanan #stroke #jantung #kemasan