RADAR BOGOR — Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, Selasa 26 Mei 2026, untuk menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis.
Pesawat yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Bandara Orly, Paris, sekitar pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih 16 jam.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou serta pasukan kehormatan yang berjajar di area penyambutan tamu negara.
Selain penyambutan resmi dari pemerintah Prancis, antusiasme juga datang dari warga negara Indonesia yang telah menunggu sejak pagi di hotel tempat Presiden Prabowo menginap selama berada di Paris.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi balasan atas lawatan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
Pertemuan kedua kepala negara tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis.
Baca Juga: Tak Melulu Disate, 3 Trik Bikin Oseng Daging Kambing Kecap Pedas Manis Dijamin Bikin Tambah Nasi
Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, kedua negara disebut memiliki komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral menuju Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif.
“Indonesia dan Prancis memiliki visi bersama untuk memperkuat kemitraan strategis yang lebih luas dan relevan di tengah dinamika global saat ini,” demikian isi pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Selasa 26 Mei 2026.
Hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan, terutama setelah sejumlah pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron pada berbagai forum internasional sepanjang 2025 hingga 2026.
Dalam agenda bilateral di Paris, Presiden Prabowo dijadwalkan membahas sejumlah sektor prioritas seperti pertahanan, energi terbarukan, pengembangan mineral kritis, pendidikan, riset sains, hingga inovasi teknologi.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan nasional Indonesia, terutama dalam pengembangan industri masa depan, investasi hilirisasi, serta transfer teknologi strategis.
Selain membahas hubungan ekonomi dan pertahanan, Indonesia dan Prancis juga menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas global dan mendukung tatanan dunia berbasis aturan internasional.
Prancis dipandang sebagai mitra penting Indonesia dalam menjembatani hubungan dengan kawasan Eropa, sementara Indonesia menjadi salah satu negara strategis bagi Prancis di kawasan Asia Tenggara.
Sebelum memulai agenda resmi kenegaraan, Presiden Prabowo dijadwalkan melaksanakan Salat Idul Adha bersama diaspora Indonesia dan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia di Wisma KBRI Paris. (***)
Editor : Yosep Awaludin