RADAR BOGOR – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi dimulai.
Pada hari pertama fase kepulangan, sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah haji dijadwalkan bertolak dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Kloter pertama jemaah haji yang memulai perjalanan pulang berasal dari Embarkasi Batam (BTH 01).
Para jemaah diberangkatkan dari Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah pada Minggu malam waktu setempat, sebelum terbang ke Indonesia pada Senin (1/6/2026) dini hari pukul 03.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Prosesi pelepasan jemaah dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, bersama Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal.
Kloter Batam Jadi Rombongan Pertama yang Pulang
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa Kloter BTH 01 membawa sekitar 445 jemaah haji yang menjadi rombongan pertama dalam proses pemulangan tahun ini.
Ia menyampaikan bahwa secara umum kondisi para jemaah dalam keadaan baik dan penuh antusiasme untuk kembali ke Indonesia setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Dari pemantauan kami, para jemaah terlihat bahagia dan bersyukur dapat menyelesaikan ibadah dengan lancar. Kondisi kesehatan mereka juga cukup baik, dan tentu sebagian besar sudah sangat merindukan keluarga serta kampung halaman di Indonesia,” ujar Ihsan usai melepas keberangkatan jemaah di Hotel Safa Almurjan, Makkah, Minggu 31 Mei 2026.
Menurutnya, proses pemulangan akan berlangsung secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Gelombang Pertama Pulang, Gelombang Kedua Lanjut ke Madinah
Pemulangan tahap awal ini diperuntukkan bagi jemaah yang tergabung dalam gelombang pertama keberangkatan haji.
Sementara itu, jemaah yang masuk gelombang kedua belum langsung kembali ke Indonesia.
Mereka masih akan melanjutkan perjalanan menuju Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah dan ziarah sebelum kepulangan ke Tanah Air.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah dijadwalkan berlangsung mulai 16 Juni hingga 30 Juni 2026.
Sebelumnya, para jemaah tersebut akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026 dan dijadwalkan menetap selama kurang lebih sembilan hari.
Manfaatkan Waktu di Madinah untuk Ibadah dan Ziarah
Ihsan mengimbau jemaah gelombang kedua agar memanfaatkan masa tinggal di Madinah untuk memperbanyak ibadah dan mendalami pengalaman spiritual selama berada di Kota Nabi.
Menurutnya, kesempatan beribadah di Masjid Nabawi menjadi momen berharga yang dapat dimaksimalkan sebelum kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Varian Banyak, Model Up to Date, Inilah 6 Pusat Belanja Sepatu Sekolah Termurah, Terlengkap di Bogor
“Selama berada di Madinah, para jemaah dapat memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, mengikuti kegiatan ziarah, serta mengunjungi berbagai lokasi bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan dakwah Islam,” jelasnya.
Selain beribadah di salah satu masjid suci umat Islam tersebut, jemaah juga berkesempatan mengunjungi Raudhah dan berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari rangkaian perjalanan spiritual selama menunaikan ibadah haji.
Pemulangan Haji 2026 Berlangsung Bertahap
Pemerintah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengawal proses pemulangan jemaah haji agar berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal.
Dengan dimulainya fase kepulangan ini, ribuan jemaah Indonesia yang telah menuntaskan ibadah haji secara bertahap akan kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air setelah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci. (***)
Editor : Yosep Awaludin