Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

FIFA Perkenalkan Teknologi Offside Baru di Piala Dunia 2026, VAR Makin Canggih dengan AI dan Avatar 3D

Yosep Awaludin • Rabu, 3 Juni 2026 | 11:00 WIB
Teknologi baru bakal dihadirkan FIFA pada pentas Piala Dunia 2026.
Teknologi baru bakal dihadirkan FIFA pada pentas Piala Dunia 2026.

RADAR BOGOR – Pada Piala Dunia 2026, FIFA dipastikan akan menghadirkan terobosan teknologi baru yang berpotensi mengubah cara pertandingan sepak bola dipimpin. 

FIFA tengah menyiapkan sejumlah inovasi canggih, mulai dari sistem offside semi-otomatis generasi terbaru hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan avatar 3D untuk membantu pengambilan keputusan di lapangan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya FIFA meningkatkan akurasi keputusan wasit sekaligus meminimalkan kontroversi yang kerap muncul dalam pertandingan sepak bola modern.

Teknologi anyar ini juga disebut sebagai salah satu pembaruan terbesar dalam sistem Video Assistant Referee (VAR) sejak pertama kali diperkenalkan di ajang internasional.

Sistem Offside Baru FIFA Lebih Cepat dan Akurat

Dalam format terbaru yang akan digunakan pada Piala Dunia 2026, asisten wasit akan memperoleh notifikasi audio secara langsung ketika seorang pemain terdeteksi berada lebih dari 10 sentimeter dalam posisi offside.

Pembaruan tersebut memungkinkan hakim garis mengambil keputusan lebih cepat tanpa harus menunggu rangkaian serangan selesai, sebagaimana prosedur yang selama ini diterapkan.

Baca Juga: Upacara HJB ke 544, Forkopimda Kota Bogor Kompak Pakai Baju Adat Sunda

Sebelumnya, teknologi offside semi-otomatis FIFA hanya mengirimkan peringatan apabila pemain berada lebih dari 50 sentimeter dalam posisi offside.

Dengan batas toleransi yang lebih kecil, proses identifikasi pelanggaran diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien sehingga tidak mengganggu ritme pertandingan.

Meski didukung teknologi mutakhir, FIFA menegaskan bahwa keputusan akhir tetap menjadi kewenangan wasit dan asisten wasit di lapangan.

Teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, sementara keputusan untuk menghentikan permainan atau mengangkat bendera offside tetap berada di tangan petugas pertandingan.

FIFA Gunakan Avatar 3D Berbasis AI

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah pemanfaatan avatar tiga dimensi realistis berbasis kecerdasan buatan.

Menurut laporan BBC, FIFA berencana melakukan pemindaian digital terhadap seluruh pemain yang tampil pada Piala Dunia 2026.

Sebanyak 1.248 pemain dari 48 negara peserta akan menjalani proses pemindaian sebelum turnamen dimulai.

Data tersebut kemudian digunakan untuk menciptakan representasi digital yang sangat detail dan akurat.

Teknologi ini akan membantu proses analisis offside sekaligus menghasilkan visualisasi yang lebih mudah dipahami oleh penonton.

Dengan sistem baru tersebut, tayangan animasi offside yang muncul di layar televisi maupun stadion akan terlihat lebih realistis, rinci, dan informatif dibandingkan teknologi sebelumnya.

Baca Juga: 5 Kedai Kopi Unik di Depok yang Desainnya Manjakan Mata, Paling Pas Buat Nongkrong atau WFC 2026

Teknologi Deteksi Bola Keluar Lapangan

Tak hanya fokus pada offside, FIFA juga menyiapkan sistem baru untuk mendeteksi apakah bola sempat keluar lapangan sebelum terciptanya gol.

Teknologi ini memanfaatkan sensor khusus yang dipadukan dengan visualisasi tiga dimensi guna menunjukkan posisi bola secara presisi.

Inovasi tersebut hadir sebagai respons atas sejumlah kontroversi yang terjadi dalam berbagai kompetisi elite dunia, termasuk insiden yang melibatkan Aston Villa dan Brentford pada awal 2025.

Dengan dukungan teknologi baru ini, tim VAR akan memiliki alat tambahan untuk memastikan keabsahan sebuah gol sebelum keputusan akhir diambil.

Sensor Bola Tetap Jadi Andalan VAR

Pada Piala Dunia 2026, FIFA juga tetap mempertahankan penggunaan sensor atau chip yang ditanam di dalam bola pertandingan.

Teknologi tersebut mampu mendeteksi sentuhan terakhir pemain sebelum bola keluar lapangan atau menciptakan situasi tertentu yang memerlukan peninjauan VAR.

Keberadaan sensor ini membantu mempercepat proses pemeriksaan dalam berbagai keputusan penting, seperti sepak pojok, lemparan ke dalam, hingga proses terjadinya gol.

Solusi untuk Offside Garis Pandang Kiper

FIFA juga berupaya mengatasi salah satu aturan yang paling sering menimbulkan perdebatan, yakni offside garis pandang atau line of sight.

Situasi ini biasanya terjadi ketika seorang pemain berada dalam posisi offside dan dianggap mengganggu pandangan penjaga gawang meskipun tidak menyentuh bola.

Untuk membantu proses evaluasi, FIFA memperkenalkan teknologi Real-Time 3D Recreation yang mampu menampilkan sudut pandang virtual dari posisi kiper.

Baca Juga: Profil Nanik S Deyang, Mantan Jurnalis yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional Pengganti Dadan Hindayana

Melalui fitur tersebut, VAR dapat melihat secara lebih akurat apakah pandangan penjaga gawang benar-benar terhalang oleh pemain yang berada dalam posisi offside.

Kurangi Kontroversi dan Risiko Cedera

Selain meningkatkan akurasi keputusan, penerapan teknologi terbaru ini juga ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pemain di lapangan.

Salah satu alasan utama perubahan sistem offside adalah untuk menghindari risiko cedera akibat keterlambatan pengibaran bendera oleh hakim garis.

Kasus yang menjadi sorotan terjadi pada 2025 ketika penyerang Nottingham Forest, Taiwo Awoniyi, mengalami cedera serius setelah bertabrakan dengan tiang gawang dalam situasi yang kemudian dinyatakan offside.

Melalui sistem yang lebih responsif, FIFA berharap insiden serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Dengan kombinasi teknologi AI, avatar 3D, sensor bola pintar, serta sistem offside semi-otomatis generasi terbaru, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi turnamen sepak bola paling modern dan canggih sepanjang sejarah. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#offside #teknologi #piala dunia 2026 #fifa