RADAR BOGOR - Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) yang diputuskan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi perbincangan publik.
Di tengah berbagai spekulasi yang bermunculan, mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana akhirnya menyampaikan tanggapannya terkait keputusan tersebut.
Berbeda dengan berbagai asumsi yang berkembang di ruang publik, Dadan memilih merespons pergantian jabatan itu dengan nada penuh penghormatan dan rasa syukur.
Baca Juga: Rapat Paripurna HJB ke 544, Wakil Gubernur Jabar Sebut Warga Kota Bogor Kompak
Ia mengaku berterima kasih karena pernah diberi kesempatan menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih dan terlibat langsung dalam pelaksanaan salah satu program prioritas pemerintah.
Menurut Dadan, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk bergabung dalam kabinet merupakan pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan akan terjadi dalam perjalanan kariernya.
Hormati Keputusan Presiden, Dadan Sebut Pergantian Kabinet Hak Penuh Kepala Negara
Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 3 Juni 2026, Dadan Hindayana menegaskan, pergantian anggota kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional itu menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki pertimbangan dan penilaian yang matang dalam menentukan susunan pejabat yang dianggap paling tepat untuk menjalankan program-program pemerintah.
Dadan meyakini setiap keputusan yang diambil Presiden bertujuan untuk memastikan agenda pembangunan nasional dapat berjalan lebih efektif serta mencapai target yang telah ditetapkan.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan Prabowo akan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Beri Dukungan untuk Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional
Tak hanya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada, Dadan juga memberikan dukungan kepada jajaran pimpinan baru yang kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional.
Ia berharap, kepemimpinan yang baru dapat semakin memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperluas manfaat program bagi masyarakat yang menjadi sasaran penerima.
Menurut Dadan, keberhasilan program MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab individu tertentu, melainkan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia.
Sikap tersebut mendapat perhatian karena menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan program meskipun dirinya tidak lagi berada di posisi strategis yang sebelumnya diemban.
Prabowo Lakukan Perombakan Total di Jajaran Pimpinan BGN
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.
Selain Dadan, dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga tidak lagi menempati posisi sebelumnya dalam struktur organisasi lembaga tersebut.
Pemerintah kemudian menunjuk Naniek S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.
Sementara, posisi Wakil Kepala BGN dipercayakan kepada Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat tata kelola lembaga yang bertanggung jawab mengawal Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Istana Sebut Pergantian Dilakukan Setelah Evaluasi Menyeluruh
Terkait alasan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap kinerja lembaga.
Menurut Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pemantauan secara intensif terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi BGN selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.
Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), efektivitas pengawasan program, hingga kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan hadirnya kepemimpinan baru, pemerintah berharap pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya.
Dari Polemik ke Transisi Kepemimpinan Baru
Pergantian Dadan Hindayana menandai babak baru bagi Badan Gizi Nasional.
Setelah berbagai dinamika yang mewarnai perjalanan lembaga tersebut, termasuk sejumlah polemik terkait pelaksanaan program MBG, perhatian publik kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh pimpinan baru.
Di sisi lain, respons Dadan yang memilih menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan memberikan dukungan kepada penggantinya menunjukkan proses transisi yang berlangsung secara terbuka dan kondusif.
Publik kini menanti bagaimana kepemimpinan baru BGN akan membawa program strategis nasional tersebut menuju fase berikutnya dengan kualitas layanan yang semakin baik dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim